Pekan yang Sulit Untuk Logam Kuning
Harga emas menuju penurunan mingguan sebesar 3% ditengah meredanya perang dagang yang telah memberikan dorongan kuat pada emas sejak menjabatnya Presiden terpilih AS Donald Trump. China dan AS telah mencapai kesepakatan yang bisa dibilang “win win solution” untuk kedua pihak dengan AS memberikan 30% tarif untuk barang-barang China dan sebaliknya China memberikan 10% tarif untuk barang-barang dari AS.
Sementara itu data-data ekonomi dari AS sendiri menunjukkan adanya penurunan inflasi dari hasill yang ditunjukkan oleh data CPI maupun PPI. Harga konsumen AS naik lebih rendah dari perkiraan pada bulan April, menunjukkan tekanan inflasi terbatas yang tetap berisiko meningkat karena perusahaan berupaya meneruskan biaya tarif yang lebih tinggi. Untuk PPI nya sendiri menunjukkan bahwa harga yang dibayarkan kepada produsen AS turun tak terduga pada bulan April dalam jumlah terbesar dalam lima tahun, sebagian besar mencerminkan penurunan margin, yang menunjukkan perusahaan menyerap sebagian dari dampak tarif yang lebih tinggi. Pada data lain unemployment claim tidak mengalami perubahan sementara retail sales mengalami kenaikan sebesar 0.1%.
Data-data yang telah dikeluarkan oleh AS sebenarnya menunjukkan stabilisasi dalam peningkatan tingkat inflasi yang dapat terus membuat The Fed untuk mempertahankan suku bunganya untuk lebih lama lagi dan bila dihubungkan dengan menurunnya tensi perang dagang maka harga emas diperkirakan masih akan tetap dalam tekanan mengingat hal yang sama telah didukung oleh perubahan tren yang terjadi pada sisi teknikalnya.
Sumber : (mrv@Newsmaker)