Emas Mulai Terbebani Fundamental
Bukanlah suatu hal yang mengejutkan bila kita melihat penurunan harga emas yang telah terjadi maupun kedepannya dalam waktu dekat ini. Sesaat menjelang pertemuan di Swiss sebenarnya telah terjadi beberapa langkah dan tindakan yang dilakukan oleh pemerintahan AS dan China dalam memangkas beberapa tarif untuk beberapa barang import dari masing masing negara.
Ada beberapa fundamental besar yang sebelumnya memberikan dorongan kuat sekarang mulai membebani emas kedepannya, antara lain :
1. China dan AS mulai Menurunkan Tensi Perang Dagang
Presiden AS Donald Trump mengatakan China telah setuju untuk menghapus hambatan non-tarif untuk impor AS saat ia mengumumkan de-eskalasi perang dagangnya dengan Beijing, yang menunjukkan konsesi yang lebih besar dapat terjadi jika pembicaraan berlanjut.
“China juga akan menangguhkan dan menghapus semua hambatan non-moneternya. Mereka telah setuju untuk melakukan itu,” kata Trump di Gedung Putih pada hari Senin (12/5) setelah pembicaraan pertama yang diketahui publik antara kedua negara sejak dimulainya perang tarif yang melumpuhkan.
Perjanjian yang dinegosiasikan antara delegasi Tiongkok dan Menteri Keuangan Scott Bessent serta Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer di Jenewa hanya mengumumkan bahwa kedua negara akan menurunkan bea masuk sementara untuk memberi mereka lebih banyak waktu untuk bernegosiasi. Presiden tidak memberikan rincian spesifik tentang hambatan mana yang telah disetujui Tiongkok untuk dibongkar dalam diskusi tertutup, sambil mengakui bahwa diskusi ke depannya hanya akan lebih rumit.
2. Konflik India - Pakistan yang Diprediksi Tidak Akan Berlangsung Lama
Gencatan senjata antara India dan Pakistan tampaknya berlangsung pada hari Minggu (11/5) setelah empat hari bentrokan yang membuat kedua negara bersenjata nuklir itu hampir berperang habis-habisan.
India mencapai tujuannya untuk "menghancurkan kamp-kamp teroris," kata Marsekal Udara A K Bharti dalam sebuah pengarahan pada hari Minggu, seraya menambahkan bahwa puluhan tersangka militan di Pakistan telah tewas. Lima tentara India serta warga sipil juga tewas dalam pertempuran itu, menurut militer.
Dalam pengarahan larut malam hari Minggu, juru bicara militer Pakistan mengatakan tidak ada ruang untuk perang antara kedua negara.
"Konflik militer atau perang antara dua negara nuklir yang bersaing adalah hal yang tidak masuk akal, tidak terbayangkan, dan merupakan kebodohan belaka," kata Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry. Konflik tersebut adalah "resep untuk saling menghancurkan."
3. Keraguan The Fed untuk Memangkas Suku Bunga
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan para pejabat tidak terburu-buru untuk merubah suku bunga, dan menambahkan tarif dapat menyebabkan inflasi dan pengangguran yang lebih tinggi.
Powell pada Rabu (7/5) juga mengatakan di akhir pertemuan dua hari di Washington."Jika kenaikan besar tarif yang telah diumumkan berkelanjutan, kemungkinan akan menghasilkan kenaikan inflasi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan pengangguran,"
"Dampak pada inflasi bisa berlangsung singkat, yang menggambarkan pergeseran satu kali pada tingkat harga," katanya. Namun, "ada kemungkinan juga bahwa dampak inflasi justru bisa lebih persisten."
Sementara para pejabat dengan suara bulat memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan dana federal dalam kisaran 4,25% hingga 4,5%, yang telah berlaku sejak Desember. Dalam sebuah pernyataan, para pembuat kebijakan mengatakan mereka melihat risiko yang semakin besar dari inflasi yang lebih tinggi dan meningkatnya pengangguran.
Jadi bila kita melihat alasan-alasan tersebut itu merupakan penurunan dorongan dan bahkan mungkin dapat menjadi tekanan balik untuk beberapa komoditas termasuk emas. Walaupun diperkirakan akan tetap berada di area $3000 per troy ons akan tetapi penurunan terjauh mungkin akan memperlihatkan kembali area $2900 per troy ons dalam jangka panjang.
Sumber : (mrv@Newsmaker)