The Fed Pertahankan Suku Bunga, “No Problem” Buat Emas
Federal Reserve telah melakukan pertemuannya semalam dan telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya dan mengatakan bahwa sewaktu-waktu dapat saja menaikkan suku bunganya bila perlu, mengingat perang tarif yang terus-menerus yang dapat menyebabkan inflasi dan pelemahan pada sektor tenaga kerja.
Powell pada Rabu (7/5) juga mengatakan di akhir pertemuan dua hari di Washington."Jika kenaikan besar tarif yang telah diumumkan berkelanjutan, kemungkinan akan menghasilkan kenaikan inflasi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan pengangguran,"
"Dampak pada inflasi bisa berlangsung singkat, yang menggambarkan pergeseran satu kali pada tingkat harga," katanya. Namun, "ada kemungkinan juga bahwa dampak inflasi justru bisa lebih persisten." Para pejabat The Fed dengan suara bulat mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25% hingga 4,5%.
Dari sini kita bisa melihat bahwa apa yang telah dilakukan oleh Powell tidak menggambarkan bahwa dirinya takut dengan segala provokasi serta “tekanan” yang dilakukan oleh Trump kepadanya, karena seperti yang diketahui, Donal Trump sendiri sebenarnya menginginkan The Fed untuk menurunkan suku bunga mereka dan mengganggap bahwa Jerome Powell bukanlah orang yang tepat untuk menjadi ketua The Fed.
Dengan dipertahankannya suku bunga serta tensi yang masih memanas di India-Pakistan harga emas masih terlihat akan mengalami kenaikan untuk jangka pendek serta menengah karena dianggap sudah biasa berada dilingkungan suku bunga yang relatif tinggi sekarang ini. Akan tetapi untuk jangka panjangnya potensi kenaikan tetap ada tetapi telah mengalami penurunan karena perang tarif yang mulai mendingin serta adanya kemungkinan dinaikkannya kembali suku bunga bila terjadi inflasi, perlambatan ekonomi serta peningkatan pengangguran.
Sumber : (mrv@Newsmaker)