Harga Minyak Diprediksi Alami Penurunan untuk Tahun ini
Harga minyak mentah telah mengalami rollercoaster dalam pergerakannya. Setelah sempat diperdagangkan di atas $80 perbarel sampai akhir tahun lalu, pada awal tahun ini sendiri OPEC+ justru memprediksi bahwa penurunan permintaan yang cukup besar serta meningkatnya pasokan akan terjadi di 2025 yang kemungkinan akan membawa minyak merosot.
Tarif timbal balik yang lebih buruk dari perkiraan dari AS telah meningkatkan kekhawatiran permintaan. Namun, OPEC+ hanya menambah kekhawatiran ini dengan mengumumkan peningkatan pasokan yang lebih besar dari perkiraan untuk bulan Mei.
Berdasarkan rencana produksi saat ini, OPEC+ akan secara bertahap membawa kembali pasokan tambahan sebesar 2,2 juta bph ke pasar mulai April 2025 hingga September 2026. Peningkatan pasokan untuk bulan April adalah 138 ribu bph, sementara kelompok tersebut bermaksud untuk meningkatkan pasokan sebesar 135 ribu bph lebih lanjut untuk bulan Mei.
Namun, kelompok tersebut mengejutkan pasar setelah konferensi video antara para anggota pada hari Kamis (4/4), di mana diperkirakan pokok bahasan utama adalah memastikan bahwa para anggota mematuhi target produksi mereka. Kelompok tersebut mengumumkan akan meningkatkan pasokan minyak sebesar 411 ribu barel minyak per hari pada bulan Mei.
Peningkatan ini menyusul apa yang telah dilakukan oleh Donald Trump pasca dirinya terpilih menjadi Presiden AS dimana dia telah membatalkan semua langkah yang telah dilakukan oleh Joe Biden untuk memangkas produksi dan meminta semua tangki persediaan minyak AS untuk diisi penuh. Oleh karena ini untuk jangka panjang kita mungkin akan diperlihatkan dengan penurunan yang akan terjadi pada harga minyak mentah.
Sumber : (mrv@Newsmaker)