Data Inflasi dan Batalnya Perjanjian AS-Ukraina Bisa Bikin Emas Naik Lagi
Minggu lalu menyimpan banyak cerita yang berdampak pada harga emas hari ini, terbukti dengan gap yang cukup besar pada pembukaan emas pagi ini. Data inflasi yang menunjukkan adanya kenaikan pada inflasi Amerika serta batalnya perjanjian mineral tanah jarang antara AS-Ukraina yang menjadi pemicunya.
Rencana penandatanganan perjanjian mineral penting anatara AS dan Ukraina dibatlakan setelah pertemuan Donald Trump dengan Volodymyr Zelenskiy bisa dibilang gagal total setelah presiden Ukraina tersebut meragukan bahwa upaya yang sedang dilakukan Presiden AS itu bakal menjadi perjanjian damai yang solid.
Trump mengatakan “Ia tidak menghormati Amerika Serikat di Ruang Oval yang disayanginya. Ia dapat kembali ketika ia siap untuk Perdamaian," kata Trump dalam sebuah unggahan media sosial sesaat sebelum kepergian Zelenskiy. Pemimpin Ukraina itu membuat Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance marah ketika dia mengatakan dia tidak yakin kesepakatan yang direncanakan akan cukup untuk mencegah agresi Rusia lebih lanjut.
Sementara itu pada berita lain terkait ekonomi amerika menunjukkan bahwa Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS meningkat sebesar 0,3% dari bulan ke bulan pada Januari 2025, dengan kecepatan yang sama seperti pada Desember, dan sesuai dengan perkiraan.
Dua berita tersebut sudah cukup untuk membuat respon positif dari pasar Asia yang meyakini bahwa gejolak politik yang terjadi pada Rusia-Ukraina saat ini masih akan terus berlangsung untuk jangka waktu yang lama. Disatu sisi inflasi juga masih terus meningkat di AS yang sepertinya makin menjauh dari target The Fed sebesar 2%. Gejolak pada geopolitik serta inflasi yang tinggi akan menjadi lingkungan yang subur untuk emas bertumbuh.
Sumber : (mrv@Newsmaker)