Powell Bawa Emas Koreksi
Ketua The Fed Jerome Powell telah memulai pidato setengah tahunnya yang dijadwalkan akan dilakukan dalam dua hari ini. Pidato pertama Powell yang dilakukan pada Selasa (11/2) malam tadi telah membuat banyak pelaku pasar meyakini bahwa kemungkinan terbesar hanya ada satu kali pemangkasan suku bunga untuk tahun 2025.
Dalam pidatonya Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral tidak perlu terburu-buru menyesuaikan suku bunga mereka dan sekali lagi mengisyaratkan bahwa para pejabat akan terus menunggu dan mengawasi serta bersabar sebelum menurunkan suku bunga lebih lanjut. Para pembuat kebijakan The Fed membiarkan suku bunga mereka tidak berubah setelah pertemuan di Januari lalu dan sejumlah pejabat mengatakan bahwa mereka harus menemukan sejumlah kemajuan dalam menurunkan inflasi sebelum memangkas suku bunga.
Pidato dari Powell yang banyak di nantikan orang ini sebelumnya telah diprediksi oleh para pelaku pasar bahwa bank sentral akan terus berada di mode “wait and see” yang secara otomatis akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah terkait kebijakan tarif dari Donald Trump. Ini jelas akan sangat mempengaruhi aset-aset yang tidak berbunga seperti emas.
Emas yang sebelumnya telah mencetak rekor tertinggi sepanjang masanya di $2942 pada akhirnya harus mendapatkan tekanan jelang hingga pasca pernyataan tersebut hingga harus kembali ke area $2890an. Selain tekanan yang diberikan dari pernyaatan Powell memang dari beberapa time frame dengan menggunakan indikator stochastic serta RSI posisi emas sudah terlalu lama berada pada posisi overbought yang mengisyaratkan bahwa dalam jangka pendek logam ini sudah harus mengalami koreksi.
Sumber : (mrv@Newsmaker)