Sejauh Mana Kekuatan Emas di Tengah Stabilitas Fed dan Harapan Perdamaian AS-Iran ?
Harga emas bergerak positif dalam perdagangan hari ini, dipicu oleh kombinasi sentimen geopolitik yang menenangkan dan keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga. Emas tetap menjadi sorotan pasar sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Investor menilai langkah The Fed yang tetap dovish memberikan ruang bagi logam mulia untuk mempertahankan daya tariknya meski ekspektasi kenaikan suku bunga tetap ada di akhir tahun.
Secara fundamental, harga emas mendapat dukungan dari rencana perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama. Prospek kesepakatan ini dipandang mampu meredakan tekanan pada harga minyak global, sehingga menurunkan kekhawatiran inflasi. Penurunan tekanan inflasi ini mendorong investor untuk menahan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut, yang mendukung stabilitas dan potensi kenaikan emas.
Secara teknikal, emas menunjukkan bias bullish jangka pendek selama harga mampu bertahan di atas area support penting di kisaran $4.280–$4.300 per ons. Dukungan kuat berikutnya berada di $4.200–$4.250, sementara resistance terdekat diprediksi berada di $4.350–$4.380 per ons. Penembusan di atas resistance ini berpotensi membuka ruang kenaikan lanjutan menuju $4.400–$4.450 per ons. Momentum teknikal juga menunjukkan kecenderungan naik, meski beberapa sinyal overbought dapat memicu aksi profit-taking sementara.
Untuk penutupan perdagangan hari ini, emas diperkirakan akan tetap stabil atau mengalami penguatan ringan jika sentimen positif dari kesepakatan AS-Iran bertahan dan data ekonomi AS tidak mengejutkan pasar. Sementara itu, penutupan mingguan kemungkinan mencatatkan kenaikan kedua berturut-turut, namun volatilitas tetap tinggi menjelang rilis data utama seperti laporan tenaga kerja AS dan inflasi terbaru.
Investor disarankan tetap waspada terhadap risiko yang muncul dari perubahan sentimen inflasi, kemungkinan pengaruh yang lebih lama dari sinyal hawkish The Fed, serta dinamika geopolitik Timur Tengah yang bisa memengaruhi arah pergerakan emas dalam beberapa sesi mendatang. Dengan kombinasi ini, pergerakan emas hari ini mencerminkan keseimbangan antara aksi profit-taking dan permintaan sebagai aset aman.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id