• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

19 January 2026 12:14  |

Trump Tekan Eropa Soal Greenland, Emas Diuntungkan atau Dirugikan ?

Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan hari ini, didorong oleh meningkatnya sentimen safe haven di tengah ancaman kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap delapan negara Eropa. Di saat yang sama, secara teknikal emas masih bertahan dalam struktur tren bullish jangka menengah, meskipun pergerakan jangka pendek cenderung konsolidatif.

Secara intraday, emas spot (XAU/USD) diperdagangkan stabil di area atas, menandakan minat beli masih terjaga meskipun pasar dihadapkan pada tarik-menarik antara faktor geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter AS.

Ancaman Tarif Trump Jadi Pemicu Fundamental Baru

Sentimen pasar global kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor tambahan terhadap delapan negara Eropa, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Ancaman ini dikaitkan langsung dengan penolakan negara-negara tersebut terhadap rencana AS untuk mengambil alih Greenland, wilayah yang dianggap Trump strategis dari sisi militer, geopolitik, dan sumber daya alam.

Trump menyatakan tarif awal sebesar 10% berpotensi diberlakukan dalam waktu dekat dan dapat meningkat signifikan apabila tidak ada kesepakatan. Langkah ini memicu kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik dagang baru antara AS dan Eropa, yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global.

Kondisi tersebut mendorong investor kembali memburu aset lindung nilai seperti emas. Setiap indikasi meningkatnya proteksionisme dan ketegangan geopolitik historisnya selalu memperkuat daya tarik emas sebagai safe haven, terutama ketika risiko sistemik global meningkat.

Faktor Moneter Masih Jadi Penahan Kenaikan

Di sisi lain, kenaikan emas masih dibatasi oleh ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. Data ekonomi AS yang relatif solid membuat pasar menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Suku bunga yang bertahan tinggi cenderung menopang dolar AS dan imbal hasil obligasi, yang secara teoritis menjadi tekanan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Meski demikian, pelaku pasar menilai ketegangan geopolitik dan risiko global saat ini cukup kuat untuk menyeimbangkan tekanan dari sisi moneter. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral global masih menjadi faktor pendukung utama dalam jangka menengah hingga panjang.

Analisa Teknikal: Emas Bertahan di Zona Bullish

Dari sisi teknikal, pergerakan emas masih menunjukkan struktur bullish jangka menengah. Harga tetap bertahan di atas area support utama, menandakan tekanan jual masih terbatas.

Secara teknikal, zona support kuat berada di kisaran 4.650 – 4.640, yang sejauh ini mampu menahan koreksi. Selama harga tidak menembus area tersebut, bias teknikal cenderung tetap positif. Sementara itu, resistance terdekat berada di area 4.690 – 4.700. Penembusan yang valid di atas zona ini berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan menuju area psikologis berikutnya.

Indikator momentum menunjukkan kondisi pasar yang mulai memasuki fase konsolidasi, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar menjelang perkembangan lanjutan terkait kebijakan tarif dan data ekonomi AS. Pola pergerakan ini mengindikasikan emas sedang mengumpulkan tenaga sebelum menentukan arah berikutnya.

Prospek Pergerakan Harga

Dalam jangka pendek, emas diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan bullish, selama sentimen risiko global tetap tinggi. Eskalasi lebih lanjut terkait tarif AS-Eropa atau munculnya respons balasan dari Uni Eropa berpotensi menjadi katalis penguatan emas selanjutnya.

Sebaliknya, jika tekanan geopolitik mereda dan dolar AS kembali menguat signifikan, emas berisiko mengalami koreksi terbatas namun masih berada dalam tren naik selama support utama bertahan.

Kesimpulan

Harga emas hari ini didukung oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal. Ancaman tarif Trump terhadap delapan negara Eropa terkait Greenland meningkatkan ketidakpastian global dan memperkuat permintaan safe haven. Dari sisi teknikal, emas masih bertahan dalam tren bullish jangka menengah meskipun pergerakan jangka pendek cenderung konsolidatif.

Dengan latar belakang risiko geopolitik yang meningkat dan struktur teknikal yang relatif kuat, emas tetap menarik untuk dipantau sebagai aset lindung nilai di tengah pasar global yang semakin sensitif terhadap isu politik dan kebijakan perdagangan.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

Prospek 2026: 4 Aset, 1 Pertanyaan Besar—Risk On atau Risk...

Arah pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan ditentukan oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tren penurunan...

28 December 2025 12:20
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
BIAS23.com NM23 Ai