Tarif “Greenland” Memicu Kegemparan, Emas & Perak Memecahkan Rekor
Harga emas dan perak melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah setelah manuver Presiden AS Donald Trump soal Greenland memicu ketakutan pasar akan perang dagang baru antara AS dan Eropa. Ketika tensi politik naik, investor biasanya buru-buru pindah ke aset “aman” seperti logam mulia.
Di pasar spot, emas sempat bergerak di area $4.660/oz, sementara perak sempat melesat hingga sekitar 4%+. Dorongan utamanya datang dari sentimen risk-off: dolar melemah, sementara permintaan aset safe haven naik cepat.
Pemicunya: Trump mengumumkan tarif 10% untuk delapan negara Eropa—termasuk Prancis, Jerman, Inggris (juga Denmark, Swedia, Belanda, Finlandia, Norwegia)—yang menolak langkah AS terkait Greenland. Tarif ini disebut mulai 1 Februari, lalu berpotensi naik menjadi 25% pada Juni.
Eropa tidak tinggal diam. Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan menggelar pembahasan darurat dan mulai menyiapkan opsi balasan, termasuk wacana tarif balasan atas sekitar €93 miliar barang AS. Prancis bahkan mendorong agar EU mempertimbangkan memakai anti-coercion instrument (ACI)—alat retaliasi paling “keras” yang bisa dipakai untuk melawan tekanan dagang.
Di sisi lain, reli logam mulia juga ditopang narasi yang lebih besar: kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan AS (termasuk isu independensi bank sentral) dan tren diversifikasi ke “metals complex”. Data kepemilikan ETF emas juga dilaporkan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menandakan arus dana kembali deras ke emas.
Untuk harga terbaru di sesi Asia, emas spot naik sekitar 1%+ ke $4.658/oz dan sempat menyentuh puncak sekitar $4.690/oz, sementara perak berada di kisaran $92–$93/oz dan sempat menyentuh $94/oz. Fokus pasar berikutnya tertuju pada kelanjutan drama tarif, respons Eropa, dan agenda isu kebijakan AS yang bisa kembali mengguncang dolar.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id