Dolar Mendadak Loyo Investor Kabur ke Yen & Franc Gara-Gara “Drama Tarif”
Dolar AS melemah terhadap semua mata uang utama G-10 setelah Presiden Donald Trump mengancam tarif baru untuk beberapa negara Eropa. Ketika isu geopolitik memanas, investor cenderung mencari “tempat aman”, dan kali ini yen Jepang serta franc Swiss jadi incaran.
Pemicu utamanya datang dari ancaman tarif Trump ke delapan negara Eropa, termasuk Denmark dan Inggris, yang disebut terkait rencana latihan militer simbolis NATO di Greenland. Sentimen pasar langsung berubah risk-off, mendorong pergerakan ke mata uang safe haven.
Pergerakan kurs menunjukkan pola itu: USD/JPY turun 0,3% ke 157,60, sementara USD/CHF melemah 0,4% ke 0,7998. Di saat yang sama, emas juga mencetak rekor baru—tanda klasik bahwa pasar lagi “mencari aman”.
Di Eropa, euro dan pound justru menguat. EUR/USD naik 0,2% ke 1,1621 setelah sempat turun di awal sesi, sedangkan GBP/USD naik 0,1% ke 1,3393 sempat menyentuh level terendah intraday 1,3331. Pelaku pasar menyebut ada aksi short-covering (penutupan jual) yang membantu penguatan euro dan pound.
Secara keseluruhan, Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,2%. Di sisi obligasi, kontrak berjangka US 10 tahun naik tipis setelah penurunan tajam di sesi sebelumnya—namun pasar AS juga lagi sepi karena libur nasional.
Tambahan yang ikut jadi sorotan: The Fed masuk masa blackout period, sementara pasar obligasi dan saham AS tutup karena libur Martin Luther King Day. Kondisi likuiditas yang lebih tipis seperti ini sering membuat pergerakan FX terasa lebih “tajam” ketika ada headline besar.
5 Poin Inti :
- Dolar AS turun vs seluruh mata uang G-10 setelah ancaman tarif Trump ke Eropa.
- Investor masuk mode aman: yen & franc Swiss menguat.
- USD/JPY 157,60 (-0,3%) dan USD/CHF 0,7998 (-0,4%).
- EUR/USD 1,1621 (+0,2%), GBP/USD 1,3393 (+0,1%) dipicu short-covering.
- Pasar AS libur MLK Day dan The Fed masuk periode blackout, membuat perdagangan lebih sensitif.(asd)
Sumber: Newsmaker.id