Emas Bertahan Kuat di Tengah Sentimen Safe Haven, Pasar Menanti Arah Baru
Harga emas dunia bergerak relatif stabil dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, didukung oleh kombinasi sentimen safe haven, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, serta pembelian berkelanjutan oleh bank sentral. Ketidakpastian global dan dinamika kebijakan moneter masih menjadi faktor utama yang menopang pergerakan logam mulia, meskipun tekanan koreksi jangka pendek tetap membayangi setelah reli kuat sebelumnya.
Dari sisi fundamental, meningkatnya risiko geopolitik global membuat investor kembali mencari aset lindung nilai, dengan emas tetap menjadi pilihan utama. Di sisi lain, pasar keuangan masih memproyeksikan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, yang menjaga imbal hasil riil tetap rendah. Kondisi tersebut mengurangi opportunity cost kepemilikan emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga menjaga daya tariknya. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral—terutama dari China—terus memperkuat permintaan struktural jangka menengah hingga panjang.
Sementara itu, pergerakan dolar AS cenderung terbatas. Data ekonomi AS yang bercampur, dengan sektor jasa masih solid namun pasar tenaga kerja menunjukkan tanda moderasi, membuat dolar sulit menguat secara agresif. Situasi ini memberikan ruang bagi emas untuk tetap bergerak di zona positif meski tanpa katalis besar dalam jangka sangat pendek.
Analisa Teknikal: Emas Masih Dijaga Support Penting
Secara teknikal, harga emas masih berada dalam struktur bullish jangka menengah, meskipun momentum jangka pendek mulai melambat. Area support kuat berada di kisaran 4.430–4.400, yang sejauh ini masih mampu menahan tekanan jual. Selama harga bertahan di atas zona tersebut, peluang konsolidasi sehat tetap terbuka.
Di sisi atas, resistance terdekat berada di area 4.480–4.500. Penembusan bersih di atas zona ini akan membuka ruang penguatan lanjutan, sementara kegagalan menembus resistance berpotensi memicu aksi ambil untung terbatas.
Indikator momentum seperti RSI menunjukkan kondisi netral–positif, mengindikasikan emas belum berada di area jenuh beli ekstrem, namun juga membutuhkan katalis baru untuk mendorong kenaikan lanjutan.
Proyeksi Pergerakan Awal Pekan Depan
Memasuki awal pekan depan, pergerakan emas diperkirakan akan lebih aktif, seiring kembalinya volume pasar dan fokus investor pada arah kebijakan moneter AS serta perkembangan geopolitik terbaru.
Skenario bullish:
Jika emas mampu bertahan di atas support 4.430 dan dolar AS tetap lemah, harga berpotensi menguji kembali area 4.480 bahkan mendekati level psikologis berikutnya.
Skenario koreksi:
Namun, jika terjadi penguatan dolar atau kenaikan imbal hasil obligasi AS, emas berisiko mengalami koreksi terbatas ke area 4.400–4.380 sebelum kembali menemukan minat beli.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, prospek emas masih positif dengan bias bullish hati-hati. Faktor fundamental jangka menengah tetap mendukung, sementara secara teknikal emas berada dalam fase konsolidasi sehat. Pergerakan di awal pekan depan akan sangat ditentukan oleh arah dolar AS dan sentimen risiko global.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id