Emas Bergerak Hati-Hati Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed Besok
Harga emas bergerak stabil cenderung menguat pada perdagangan Rabu (10/12) menjelang pengumuman kebijakan suku bunga The Federal Reserve yang akan dirilis besok malam waktu AS. Pelaku pasar menahan napas menunggu apakah bank sentral akan benar-benar menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau justru memberikan sinyal yang lebih berhati-hati terkait prospek pelonggaran moneter ke depan. Investor global kini semakin sensitif terhadap bahasa yang akan digunakan The Fed, terutama karena potensi munculnya “hawkish cut” — penurunan suku bunga yang disertai peringatan bahwa inflasi masih belum sepenuhnya terkendali.
Tekanan terhadap dolar yang melemah pada sesi Asia membantu menopang harga emas, namun pergerakan tetap terbatas karena pasar menjaga posisi menjelang rilis keputusan resmi dan konferensi pers Ketua The Fed. Pelaku pasar juga mencermati dinamika imbal hasil obligasi pemerintah AS yang bergerak tidak stabil, mencerminkan ketidakpastian arah kebijakan moneter. Volume perdagangan di kontrak emas berjangka meningkat, menandakan para pelaku pasar bersiap menghadapi volatilitas tajam saat pengumuman FOMC.
Secara teknikal, emas masih diperdagangkan di area bullish jangka pendek dengan resistance terdekat berada di US$4.220–4.230 per troy ounce, level yang menjadi penentu apakah reli dapat berlanjut ke zona psikologis US$4.250–4.300. Di sisi lain, support terdekat berada di US$4.150–4.100, yang menjadi benteng pertama jika pasar bereaksi negatif terhadap nada kebijakan The Fed.
Analis memperkirakan pergerakan emas akan tetap terbatas hingga sinyal kebijakan The Fed benar-benar jelas. Jika The Fed menurunkan suku bunga sambil menunjukkan sikap dovish, emas berpotensi melanjutkan reli ke rekor berikutnya. Namun jika nada yang disampaikan cenderung hawkish atau The Fed memberi sinyal penurunan yang lebih lambat ke depan, emas dapat menghadapi tekanan korektif pada akhir pekan ini. Pasar kini bersiap memasuki salah satu sesi paling volatil untuk komoditas logam mulia tahun ini.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id