Di Balik Tenangnya Silver, Ada Potensi Meledak?
Harga silver saat ini cenderung ikut pola emas, didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve bakal memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan logam mulia karena menekan imbal hasil obligasi dan membuat aset tanpa bunga seperti silver jadi relatif lebih menarik. Selain itu, pelemahan Dolar AS belakangan ini juga membantu harga silver tetap bertahan di level yang cukup tinggi, karena logam ini diperdagangkan dalam denominasi dolar.
Dari sisi fundamental, silver punya dua mesin utama: sebagai logam mulia (safe haven, alat lindung nilai inflasi) dan sebagai logam industri, terutama untuk sektor panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik. Permintaan untuk energi hijau dan teknologi masih jadi story jangka menengah–panjang yang menopang outlook silver, meskipun dalam jangka pendek harganya masih sensitif terhadap data ekonomi global dan sentimen risiko. Artinya, kalau data ekonomi melemah tapi ekspektasi stimulus dan pemangkasan bunga menguat, silver berpeluang tetap menarik baik bagi trader jangka pendek maupun investor yang cari diversifikasi portofolio.
Harga Perak pada saat analisis ini dirilis adalah $54.052
- Beli jika harga bergerak di kisaran $54.352
- Jual jika harga bergerak di kisaran $53.752
Resisten 2: $54.952
Resisten 1: $54.652
Support 1: $53.452
Support 2: $53.152
Pernyataan
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi yang pasti. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber : Newsmaker.id