• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

27 November 2025 09:24  |

Momentum Melambat, Kenaikan Perak Tertahan

Perak turun di sesi Asia hari ini terutama karena kombinasi koreksi setelah reli tajam dan pergeseran sentimen pasar ke mode risk-on. Setelah beberapa hari terakhir perak melonjak kuat didukung spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed, banyak pelaku pasar memilih ambil untung (profit-taking) ketika bursa saham global dan Bitcoin kembali menguat, sehingga minat ke aset safe haven seperti perak sedikit mereda.

Di saat yang sama, imbal hasil obligasi AS yang mulai stabil (tidak lagi turun agresif) mengurangi “dorongan” bagi logam mulia, sementara kekhawatiran soal permintaan industri dari Tiongkok—di tengah masalah sektor properti dan outlook pertumbuhan yang belum pulih penuh—membuat sebagian investor lebih hati-hati. Kombinasi faktor-faktor ini memicu tekanan jual jangka pendek, sehingga perak terkoreksi di sesi Asia meski tren besarnya masih cenderung ditopang ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih dovish.

Harga perak dunia masih kuat diperdagangkan di kisaran US$52–53 per ons, masih mendapatkan momentum dari beberapa hari terakhir. Sentimen pasar banyak didorong oleh keyakinan bahwa Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga pada pertemuan Desember, setelah data ekonomi yang mulai melunak dan komentar bernada dovish dari beberapa pejabat The Fed. Kondisi suku bunga yang berpotensi lebih rendah membuat aset tanpa imbal hasil seperti perak kembali diburu investor.

Dari sisi teknikal, tren jangka menengah perak masih terlihat bullish. Sejumlah level di sekitar US$50,40–50,75 berulang kali menjadi area penahan penurunan (support) dan menjadi dasar reli terbaru. Selama harga bertahan di atas zona ini, struktur kenaikan masih terjaga. Di bawahnya, area yang lebih lebar di kisaran US$48,50–49,50 menjadi support lanjutan yang dianggap sebagai batas wajar koreksi dalam tren naik, sebelum pasar mulai mengkhawatirkan perubahan tren yang lebih besar.

Di sisi atas, pasar kini mencermati area US$52,50–53,50 sebagai resistance jangka pendek, dengan zona yang lebih kuat di kisaran US$54,00–54,50 yang mendekati level historis tinggi tahun ini. Jika perak mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut dengan momentum yang cukup, ruang kenaikan lanjutan masih terbuka. Namun, kedekatan harga dengan area puncak sebelumnya juga membuat wilayah ini rawan menjadi titik profit taking, sehingga pergerakan ke depan diperkirakan akan tetap volatil seiring pasar menunggu konfirmasi nyata dari kebijakan The Fed dan kekuatan permintaan fisik.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai