
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS (DXY) kini berada di 101,64 pada Jumat (6/11), setelah sebelumnya sempat naik ke level 102, tertinggi dalam sepekan. Penguatan tersebut memangkas sebagian pelemahan dalam dua sesi sebelumnya, ketika investor meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven di tengah aksi jual besar-besaran pasar saham global dan meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek industri AI.
Tekanan terhadap saham teknologi semakin kuat karena investor mulai mempertanyakan besarnya belanja modal perusahaan terkait AI. Kemenangan Partai Demokrat yang menguasai Kongres AS juga meningkatkan kekhawatiran terhadap regulasi yang lebih ketat, yang berpotensi memperlambat ekspansi industri tersebut dan mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Dari sisi ekonomi, dolar mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa laporan tenaga kerja AS akan menunjukkan kondisi pasar kerja yang masih stabil. Kondisi tersebut dinilai dapat memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja bukan lagi sumber utama tekanan inflasi, sehingga ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi tetap terbuka.
Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 71% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember. Penguatan dolar paling terlihat terhadap euro, poundsterling, dan yen Jepang. Meski demikian, dolar masih mencatat pelemahan sekitar 0,3% sepanjang pekan, menunjukkan tekanan sebelumnya belum sepenuhnya berbalik.
Analisis Newsmaker: penguatan dolar saat ini ditopang oleh kombinasi permintaan safe haven, kekhawatiran terhadap sektor AI, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data tenaga kerja AS. Jika menunjukkan pasar kerja yang tetap solid, dolar berpotensi mempertahankan momentum penguatan, sedangkan hasil yang lebih lemah dapat kembali menekan Greenback. (srh)
Sumber: Newsmaker.id