
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Poundsterling bergerak relatif stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Asia, Jumat (6/11/2026), setelah berhasil menghentikan pelemahan dari level tertingginya sejak pertengahan September. Pasangan GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3450, menguat tipis 0,05% setelah sebelumnya sempat menembus level psikologis 1,3500. Pelemahan dolar AS memberikan dukungan terhadap mata uang Inggris, meskipun pelaku pasar masih berhati-hati menjelang publikasi laporan ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) yang berpotensi menentukan arah pergerakan kedua mata uang.
Tekanan terhadap dolar AS terutama berasal dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang mendekati level terendah dalam dua bulan terakhir. Kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu sela meningkatkan ekspektasi terjadinya kebuntuan politik di Washington, yang berpotensi membatasi belanja pemerintah dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, meningkatnya harapan penyelesaian konflik AS-Iran turut mendorong penurunan harga minyak dunia lebih dari 10% sepanjang pekan. Kondisi tersebut membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan menekan imbal hasil obligasi AS, sehingga mengurangi daya tarik dolar dan memberikan ruang penguatan bagi poundsterling.
Dari Inggris, poundsterling mendapatkan dukungan tambahan setelah Bank of England (BoE) menunjukkan sikap kebijakan moneter yang lebih ketat. Bank sentral Inggris menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun dan mengisyaratkan kemungkinan kenaikan lanjutan apabila konflik AS-Iran belum mencapai penyelesaian. Langkah tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang masih tinggi akibat ketidakpastian harga energi. Sementara itu, Anggaran Musim Gugur Inggris 2026 dinilai membantu mengurangi risiko krisis fiskal dalam jangka pendek, sehingga memberikan dukungan terhadap kepercayaan investor dan stabilitas poundsterling.
Perhatian pasar kini tertuju pada laporan NFP Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada Jumat. Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan kebijakan suku bunga pada Desember. Apabila pertumbuhan lapangan kerja AS menunjukkan perlambatan, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dapat meningkat dan memberikan tekanan tambahan terhadap dolar. Sebaliknya, apabila laporan ketenagakerjaan menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan, dolar berpotensi kembali menguat dan membatasi kenaikan GBP/USD. Meski demikian, pasangan mata uang tersebut masih berada di jalur penguatan mingguan selama empat pekan berturut-turut.