
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (5/11/2026), setelah sentimen negatif melanda pasar saham global dan meningkatkan permintaan terhadap mata uang safe haven. Pasangan AUD/USD anjlok lebih dari 1% ke level 0,6931, setelah sebelumnya sempat mencapai posisi tertinggi di 0,7024. Penurunan tersebut membawa dolar Australia menembus level psikologis 0,7000 dan support 0,6950, sekaligus meningkatkan risiko pelemahan lebih lanjut menuju area 0,6900 menjelang rilis data ketenagakerjaan utama AS.
Tekanan terhadap dolar Australia meningkat seiring kejatuhan indeks Nasdaq 100 lebih dari 5,52%, yang mencerminkan aksi jual besar-besaran pada saham teknologi Amerika Serikat. Kekhawatiran investor muncul setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS meningkatkan kemungkinan pengetatan regulasi industri kecerdasan buatan (AI) dan perlambatan investasi pusat data. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi kepemilikan aset berisiko, termasuk mata uang yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi global seperti dolar Australia. Perubahan sentimen ini turut memperkuat permintaan terhadap dolar AS.
Dari sisi fundamental, data ekonomi Amerika Serikat yang relatif kuat memberikan dukungan tambahan terhadap dolar. Klaim pengangguran awal turun menjadi 189.000 pada pekan yang berakhir 31 Oktober, lebih rendah dibandingkan perkiraan 196.000. Sementara itu, laporan Challenger menunjukkan jumlah pemutusan hubungan kerja mencapai 43.994 pada Oktober, meningkat sekitar 2% dari bulan sebelumnya. Pejabat Federal Reserve (The Fed), Beth Hammack dan Thomas Barkin, juga menegaskan bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian sehingga kebijakan suku bunga perlu dijalankan secara hati-hati. Meski demikian, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember justru turun menjadi 66%, dari sekitar 82% sehari sebelumnya.
Dari Australia, sinyal kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) turut membatasi daya tarik dolar Australia. Investor semakin memperkirakan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuannya tanpa kenaikan tambahan setidaknya hingga pertemuan kebijakan pada 22 Juni 2027. Perbedaan prospek kebijakan moneter antara RBA dan The Fed menjadi salah satu faktor yang membebani AUD/USD. Fokus pasar kini beralih pada laporan Non-Farm Payrolls (NFP), tingkat pengangguran AS, serta indeks sentimen konsumen University of Michigan yang dijadwalkan dirilis Jumat (6/11/2026). Data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga dan menentukan arah pergerakan dolar AS.