
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia (AUD) melemah 0,25% ke sekitar US$0,6975 pada Selasa (3/11) setelah Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,85%. Keputusan ini menjadi kenaikan suku bunga kelima RBA sepanjang tahun.
Langkah tersebut diambil karena tekanan inflasi domestik masih meningkat. Inflasi Australia pada kuartal III tercatat 1,3%, sesuai ekspektasi pasar dan lebih tinggi dari 0,6% pada periode sebelumnya, menunjukkan tekanan harga masih menjadi perhatian utama bank sentral.
RBA juga menilai risiko inflasi masih mengarah ke atas dan memperkirakan inflasi akan bertahan di atas 3% tahun depan. Kondisi tersebut membuka peluang berlanjutnya pengetatan kebijakan jika tekanan harga tetap sulit dikendalikan.
Sementara itu, perhatian pasar beralih ke Amerika Serikat menjelang pemilu paruh waktu dan sejumlah data ekonomi penting. Investor akan mencermati JOLTS Job Openings September yang diperkirakan mencapai 7,13 juta, sedikit meningkat dari 7,097 juta pada Agustus.
Pergerakan AUD/USD selanjutnya akan ditentukan oleh prospek kebijakan RBA dan arah dolar AS. Data JOLTS menjadi salah satu katalis terdekat, sebelum perhatian pasar beralih ke data tenaga kerja AS lainnya dan prospek kebijakan The Fed. (srh)
Sumber: Newsmaker.id