
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Aktivitas sektor jasa Amerika Serikat masih menunjukkan ekspansi yang kuat setelah Final Services PMI tercatat 58,8, sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar sebesar 58,7 dan angka sebelumnya yang juga berada di 58,7. Angka yang jauh berada di atas level 50 menunjukkan sektor jasa AS masih berkembang dengan solid, sekaligus memberi indikasi bahwa aktivitas ekonomi belum mengalami perlambatan tajam.
Kenaikan tipis dari 58,7 menjadi 58,8 memang bukan kejutan besar bagi pasar karena hanya terpaut 0,1 poin dari konsensus. Namun, level PMI yang masih tinggi menunjukkan permintaan di sektor jasa tetap sehat. Hal tersebut menjadi penting karena sektor jasa merupakan bagian terbesar dari perekonomian AS dan mencakup berbagai aktivitas mulai dari keuangan, transportasi, komunikasi, hingga layanan bisnis dan konsumen.
Bagi Federal Reserve, kuatnya aktivitas sektor jasa dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena sektor tersebut juga berkaitan erat dengan tekanan upah dan inflasi jasa. Data tenaga kerja AS yang belakangan menunjukkan pelemahan memang telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut, tetapi Services PMI yang tetap tinggi menunjukkan ekonomi secara keseluruhan belum kehilangan momentum secara drastis. Kondisi ini dapat membuat Fed tetap berhati-hati sebelum beralih ke sikap yang lebih dovish.
Pasar selanjutnya akan mencermati apakah kekuatan sektor jasa tersebut juga tercermin dalam komponen ketenagakerjaan, harga yang dibayar, serta data inflasi berikutnya. Jika aktivitas jasa tetap kuat dan tekanan harga kembali meningkat, ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama dapat kembali menguat. Sebaliknya, apabila data tenaga kerja terus melemah dan inflasi menurun, kenaikan tipis Services PMI kali ini kemungkinan tidak cukup untuk mengubah arah kebijakan Fed.
Dampaknya: Data ini sedikit positif untuk USD dan sedikit negatif untuk Gold, tetapi dampaknya cenderung terbatas karena Actual 58,8 hanya sedikit di atas Forecast 58,7. Yang lebih penting adalah level PMI yang masih sangat ekspansif. Jadi, data ini sedikit mengimbangi narasi pelemahan tenaga kerja AS: labor market mulai dingin, tetapi sektor jasa masih kuat. Kalau data inflasi berikutnya juga tinggi, pasar bisa kembali mempertimbangkan kemungkinan Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.(CP)