
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengkritik keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga bulan lalu. Dalam wawancara dengan TIME, Trump mengatakan Ketua The Fed Kevin Warsh seharusnya bisa memilih menentang keputusan tersebut, meskipun ia menegaskan tidak menyalahkan Warsh secara pribadi.
The Fed pada September menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% melalui keputusan bulat. Proyeksi terbaru juga menunjukkan mayoritas pejabat masih melihat peluang setidaknya satu kenaikan tambahan sebelum akhir tahun untuk meredam inflasi yang dinilai masih terlalu tinggi.
Trump selama ini mendorong biaya pinjaman yang lebih rendah dan menilai suku bunga tinggi dapat menekan pertumbuhan ekonomi. Namun, saat ditanya mengenai Warsh, Trump tetap menyatakan kepercayaan terhadap ketua bank sentral pilihannya dan mengatakan Warsh seharusnya mengambil keputusan sesuai penilaiannya sendiri.
Presiden juga menuding sebagian anggota Dewan Gubernur The Fed bersikap politis. Klaim tersebut merupakan pandangan Trump; keputusan suku bunga September sendiri diambil secara bulat oleh para pembuat kebijakan The Fed dan dijelaskan Warsh sebagai respons terhadap inflasi yang masih tinggi.
Perbedaan pandangan antara Gedung Putih dan The Fed kembali menjadi perhatian pasar karena investor masih memperkirakan kemungkinan pengetatan lanjutan sebelum akhir tahun. Arah kebijakan berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pasar tenaga kerja.
Analisis Newsmaker: Pernyataan Trump menambah sorotan terhadap hubungan antara kebijakan pemerintah dan independensi The Fed, tetapi keputusan suku bunga tetap ditentukan melalui proses FOMC. Bagi pasar, faktor utama tetap berada pada data ekonomi dan apakah inflasi cukup melandai untuk mengurangi kebutuhan kenaikan bunga berikutnya.
Sumber: Newsmaker.id