Saham Jepang Melemah, BOJ Isyaratkan Potensi Kenaikan Suku Bunga
Saham Jepang ditutup melemah pada Selasa (30/9) setelah risalah rapat Bank of Japan (BOJ) mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga di masa depan. Indeks Nikkei 225 turun 0,25% atau 111,12 poin ke level 44.932,63. Ringkasan rapat tanggal 18-19 September menunjukkan perbedaan pandangan di antara anggota dewan, dengan sebagian mendukung kenaikan suku bunga karena inflasi tinggi, sementara yang lain memilih berhati-hati akibat ketidakpastian ekonomi global, terutama dari Amerika Serikat.
Dari sisi ekonomi domestik, data pemerintah menunjukkan kondisi yang beragam. Pesanan konstruksi Jepang pada Juli turun 13,3% untuk bulan keempat berturut-turut, sementara penjualan ritel anjlok 1,1% pada Agustus, menjadi penurunan pertama dalam tiga tahun. Produksi pabrik juga melemah, turun 1,2% dibanding bulan sebelumnya, meski produsen memperkirakan rebound pada September dan Oktober. Penurunan terjadi di sektor makanan, bahan bakar, hingga kendaraan bermotor, sementara investasi non-perumahan justru melonjak lebih dari 20%.
Di sektor korporasi, beberapa perusahaan mencatat perkembangan penting. Heartseed kehilangan mitra globalnya, Novo Nordisk, yang menghentikan kerja sama terapi jantung berbasis sel untuk kembali fokus pada diabetes dan obesitas. Nxera Pharma justru mencatat kabar positif, menerima pembayaran milestone $10 juta dari AbbVie dalam kerja sama riset penyakit neurologis. Sementara itu, Veritas In Silico mengumumkan rencana relokasi institut risetnya ke Kawasaki City pada 2026 sebagai bagian dari ekspansi di bidang AI dan penelitian. (az)
Sumber: Newsmaker.id