Warsh Janji Jaga Independensi The Fed, Tapi Dorong Reformasi dan “Stay in Its Lane”
Kevin Warsh, kandidat Presiden AS Donald Trump untuk memimpin Federal Reserve, akan menyampaikan kepada anggota Senat pada sidang konfirmasi Selasa (21/4) bahwa ia “berkomitmen memastikan kebijakan moneter tetap sepenuhnya independen,” berdasarkan naskah pidato yang dirilis Senin. Namun Warsh juga menegaskan siap bekerja dengan pemerintah dan Kongres untuk urusan non-moneter yang masuk mandat The Fed.
Dalam pernyataannya, Warsh menekankan independensi Fed “paling tinggi” pada pelaksanaan kebijakan moneter, tetapi tidak otomatis berlaku untuk seluruh fungsi yang ditetapkan Kongres—termasuk pengelolaan dana publik, regulasi dan pengawasan perbankan, hingga isu keuangan internasional. Ia menilai The Fed tidak berhak atas “perlakuan istimewa” pada area-area tersebut.
Warsh, mantan gubernur The Fed (2006–2011), juga berjanji mendorong perubahan di institusi yang menurutnya cenderung mempertahankan status quo, sesuatu yang “berbahaya” saat dunia berubah cepat. Ia kembali mengulang kritik lama agar Fed “tetap di jalurnya” dan tidak melebar ke ranah fiskal atau sosial, termasuk pendekatan riset/agenda yang pernah dikaitkan dengan isu iklim dan “inclusive” full employment.
Poin paling tajamnya adalah soal inflasi. Warsh menyebut independensi Fed “terkepung” ketika bank sentral gagal memenuhi mandat stabilitas harga. Ia berargumen lonjakan inflasi beberapa tahun terakhir merusak kepercayaan publik pada tata kelola ekonomi, dan menegaskan “inflasi adalah pilihan” sehingga Fed harus bertanggung jawab, bukan menyandarkan narasi pada semata shock pasokan.
Sidang konfirmasi Warsh di Komite Perbankan Senat dijadwalkan mulai pukul 10.00 EDT (14.00 GMT) Selasa. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id