Dolar Melemah, Fokus Beralih ke Negosiasi dan The Fed
Dolar AS melemah terhadap euro pada Senin (20/4), di tengah optimisme bahwa kesepakatan gencatan senjata dalam perang Iran masih mungkin tercapai meski tensi Washington–Teheran kembali meningkat sepanjang akhir pekan. Indeks dolar turun 0,39% ke 98,07, sementara euro naik 0,16% ke US$1,1781. Yen melemah 0,1% ke 158,81 per dolar, dan pound menguat 0,16% ke US$1,3535.
Sentimen dolar turut dipengaruhi perkembangan diplomasi. Seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran mempertimbangkan menghadiri pembicaraan damai dengan AS di Pakistan, setelah Islamabad bergerak untuk mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan Iran—yang menjadi hambatan besar bagi kembalinya Iran ke jalur negosiasi. Namun risiko eskalasi tetap tinggi setelah AS menyita kapal kargo berbendera Iran yang disebut mencoba menembus blokade, sementara Iran menyatakan akan membalas.
Perang yang memasuki pekan kedelapan terus menjadi guncangan pasokan energi terbesar, dengan Selat Hormuz—jalur sekitar seperlima pengiriman minyak dunia—berulang kali tersendat oleh blokade AS atas pelabuhan Iran serta kebijakan Iran yang sempat melonggarkan lalu memberlakukan kembali pembatasan pelayaran. Harga minyak naik lebih dari 5% pada Senin, menjaga tekanan inflasi dan volatilitas lintas aset.
Di agenda pasar berikutnya, pelaku pasar juga menanti sidang konfirmasi Kevin Warsh pada Selasa sebagai calon Ketua Federal Reserve, setelah naskah pernyataannya menyebut ia berkomitmen menjaga kebijakan moneter tetap independen. Fokus pemantauan pekan ini: kepastian jadwal dan hasil pembicaraan Pakistan, status blokade pelabuhan Iran dan arus Hormuz, serta reaksi pasar terhadap minyak dan sinyal kebijakan The Fed. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id