Nikkei Melemah Tipis, Reli Saham Semikonduktor Mulai Tertahan
Bursa saham Jepang ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (22/7) setelah bergerak volatil sepanjang sesi. Indeks Nikkei 225 turun 0,18% ke level 66.115, berbalik dari penguatan sebelumnya karena reli saham semikonduktor mulai kehilangan tenaga.
Investor juga mengambil sikap hati-hati menjelang laporan keuangan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat, termasuk Alphabet dan Tesla. Hasil kinerja emiten tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk membaca prospek sektor teknologi global.
Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak. Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap target Iran untuk malam ke-11 berturut-turut, sementara Presiden Donald Trump meredam peluang pembicaraan dalam waktu dekat dengan Teheran. Kondisi ini membuat kekhawatiran terhadap risiko geopolitik dan inflasi energi tetap tinggi.
Dari pergerakan saham individu, Tokyo Electron turun 0,9%, SoftBank Group melemah 0,8%, dan Fast Retailing terkoreksi 2,8%. Sebaliknya, beberapa saham masih mencatat penguatan, seperti Kioxia Holdings yang naik 5,3%, Taiyo Yuden menguat 6,7%, dan Murata Manufacturing bertambah 4%.
Dari sisi dampak market, pelemahan Nikkei menunjukkan investor masih selektif terhadap saham teknologi Jepang setelah reli sebelumnya. Kenaikan minyak dan konflik AS-Iran dapat menambah tekanan inflasi, sementara defisit neraca dagang Jepang pada Juni menjadi beban tambahan bagi sentimen. Jika laporan big tech AS mengecewakan, tekanan pada saham teknologi Jepang berpotensi berlanjut. (asd)
Sumber: Newsmaker.id