Nikkei Anjlok, Saham Tech Rontok
Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (17/7), terseret aksi jual besar di sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks Nikkei 225 anjlok 4,03% ke level 64.140, sementara Topix turun 2,72% ke level 3.919.
Kedua indeks utama Jepang tersebut mencatat posisi penutupan terendah dalam lebih dari satu bulan. Tekanan jual meningkat seiring meluasnya pelemahan saham chip global, terutama karena investor mulai khawatir terhadap besarnya belanja terkait AI dan valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi.
Saham teknologi dan AI menjadi pemberat utama pasar Jepang. Kioxia Holdings anjlok 16,1%, Tokyo Electron turun 8,1%, SoftBank Group melemah 9%, Advantest terkoreksi 7,2%, dan Taiyo Yuden jatuh 11,9%.
Sentimen pasar juga makin tertekan oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak naik, sehingga kembali memicu kekhawatiran inflasi dan risiko suku bunga yang lebih tinggi.
Sepanjang pekan ini, Nikkei 225 mencatat pelemahan 6,4%, sementara Topix turun 2,9%. Dampaknya ke market, tekanan pada saham teknologi Jepang bisa berlanjut jika aksi jual sektor chip global belum mereda. Namun, jika harga minyak stabil dan kekhawatiran valuasi AI mulai mereda, peluang rebound teknikal masih bisa terbuka.(asd)
Sumber: Newsmaker.id