GBP/USD Bertahan di Tengah Sentimen Campuran
Newsmaker.id - Pound Inggris bergerak terbatas terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Pasangan GBP/USD berada di kisaran 1,3470 setelah pullback dari level tertinggi sebelumnya di sekitar 1,3558. Penurunan mulai tertahan ketika pasangan tersebut mendekati area bawah rentang harian 1,3457–1,3482.
Dolar AS mendapatkan dukungan dari meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran, kenaikan harga minyak, serta permintaan terhadap aset aman. Namun, penguatan dolar masih terbatas setelah data inflasi AS yang lebih rendah membuat pelaku pasar memangkas peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan Juli menjadi sekitar 11%.
Dari Inggris, pound masih ditopang oleh meredanya kekhawatiran fiskal dan data ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,1% pada Mei. Perkiraan penunjukan figur yang dinilai lebih moderat sebagai menteri keuangan Inggris juga membantu mempertahankan kepercayaan investor terhadap sterling.
Secara teknikal, GBP/USD masih bergerak dalam rentang jangka pendek. Area 1,3450 menjadi penopang awal, diikuti 1,3400 apabila tekanan jual kembali meningkat. Sementara itu, kenaikan perlu menembus 1,3500 dan kemudian 1,3550 agar pound memperoleh momentum bullish yang lebih kuat. Selama belum terjadi penembusan, pasangan tersebut berpotensi tetap bergerak konsolidatif.
Dampak terhadap Pasar :
Pergerakan dalam rentang menunjukkan pembeli dan penjual masih relatif seimbang. Bertahannya GBP/USD di atas 1,3450 dapat membuka peluang pemulihan menuju 1,3500, tetapi penguatan dolar akibat memburuknya ketegangan geopolitik dapat membawa pasangan tersebut kembali menguji 1,3400.
Penembusan di atas 1,3550 akan memperkuat peluang kenaikan pound, sedangkan penurunan konsisten di bawah 1,3400 dapat menandakan berakhirnya momentum pemulihan jangka pendek. Arah berikutnya kemungkinan ditentukan oleh perkembangan konflik AS–Iran, pergerakan harga minyak, serta perubahan ekspektasi suku bunga The Fed dan Bank of England.(CP)