Nikkei Tertekan, Tech Jepang Memerah
Bursa saham Jepang melemah pada perdagangan Senin (13/07) setelah sentimen pasar Asia memburuk akibat serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir pekan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali membuat investor mengurangi risiko, terutama di saham-saham teknologi.
Indeks Topix turun 0,7% ke level 4.007,49 pada penutupan perdagangan Tokyo. Dari 1.637 saham dalam indeks tersebut, sebanyak 999 saham melemah, 585 saham menguat, dan 53 saham tidak berubah. Sementara itu, indeks Nikkei anjlok 1,9% ke level 67.242,73.
Tekanan terbesar datang dari saham teknologi dan manufaktur. Murata Manufacturing menjadi salah satu penekan utama Topix setelah turun 8,1%. Di indeks Nikkei, Yaskawa Electric juga menjadi salah satu saham dengan kinerja terburuk setelah merosot 14%, usai laporan laba operasional kuartal pertama perusahaan berada di bawah estimasi analis.
Sentimen negatif juga terasa di kawasan Asia lainnya. Kospi Korea Selatan sempat jatuh hingga 9,3% setelah awalnya dibuka menguat. Perubahan arah yang tajam ini menunjukkan pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik AS-Iran dan ketidakpastian status Selat Hormuz sebagai jalur penting perdagangan energi global.
Meski indeks utama melemah, sejumlah saham masih mencatat penguatan. Ryohin Keikaku, operator jaringan ritel Muji, melonjak 17% setelah menaikkan proyeksi laba operasional setahun penuh dan melampaui ekspektasi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ruang kenaikan indeks besar masih terbatas, pergerakan saham individu tetap berpotensi aktif mengikuti kinerja masing-masing emiten.(asd)
Sumber: Newsmaker.id