• Tue, Apr 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

7 April 2026 14:11  |

Saham Jepang Menguat Tipis, Investor Waspada Jelang Deadline Iran

Saham Jepang ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa (7/04), namun kenaikannya menyusut dari level intraday seiring investor yang mengambil sikap hati-hati menjelang tenggat Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz. Ketidakpastian geopolitik tersebut menjaga volatilitas tetap tinggi dan membuat pelaku pasar enggan menambah risiko secara agresif.

Indeks Nikkei 225 naik 0,03% dan berakhir di 53.430, sementara Topix menguat 0,25% ke 3.654. Meski demikian, kedua indeks menyerahkan sebagian besar kenaikan awal karena pasar menilai risiko eskalasi tetap terbuka apabila kesepakatan tidak tercapai.

Tekanan kehati-hatian meningkat setelah Iran menolak proposal gencatan senjata dari AS, dengan tuntutan yang mencakup penghentian permusuhan, pencabutan sanksi, serta rekonstruksi regional sebagai prasyarat. Perkembangan ini mempertegas bahwa jalur menuju de-eskalasi masih tidak pasti, terutama terkait status Selat Hormuz yang krusial bagi arus energi global.

Dari sisi diplomasi, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan berencana melakukan pembicaraan dengan pemimpin Iran dan melakukan panggilan terpisah dengan Trump, sebagai bagian dari upaya mencari jalan menuju perdamaian. Inisiatif ini dipantau pasar karena Jepang memiliki kepentingan langsung pada stabilitas rantai pasok energi dan kelancaran pelayaran di kawasan.

Di dalam bursa, penguatan terlihat pada saham teknologi dan keuangan. Sejumlah emiten mencatat kenaikan, termasuk Kioxia Holdings (+2,1%), Advantest (+1,2%), Ibiden (+1,9%), serta saham perbankan Mitsubishi UFJ Financial Group (+0,7%) dan Sumitomo Mitsui Financial Group (+0,7%).

Secara keseluruhan, pergerakan yang terbatas mencerminkan pasar yang berada dalam mode “wait and see,” di mana perkembangan headline geopolitik menjadi katalis utama pergerakan risiko. Dalam jangka pendek, arah saham Jepang berpotensi tetap sensitif terhadap kabar negosiasi dan risiko eskalasi, terutama jika berujung pada gangguan yang memperburuk sentimen global. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

JAPAN

Saham Jepang Naik karena Perintah Eksekutif Menimbulkan Kekh...

Saham Jepang naik karena indeks Topix menuju kenaikan enam hari berturut-turut setelah Presiden AS Donald Trump menandatangan...

30 April 2025 07:51
JAPAN

Pasar Jepang Meroket! Nikkei Kembali ke Puncak

Indeks Nikkei 225 naik 0,9% hingga ditutup pada level 38.885 pada hari Rabu, mencapai level tertinggi dalam empat bulan karen...

18 June 2025 14:18
JAPAN

Saham Jepang Menguat Seiring Reli Saham Produsen Robot dan T...

Indeks Nikkei 225 melonjak 2,33% dan ditutup pada level 51.028, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 1,92% menjadi 3.3...

4 December 2025 14:29
JAPAN

Saham Jepang Menguat Pada Penutupan Perdagangan Naik 0,10%

Saham Jepang menguat setelah penutupan pada hari Senin (17/2), karena kenaikan di sektor Gas & Air, Tenaga Listrik, dan R...

17 February 2025 14:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai