Bursa Hong Kong Turun di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Kekhawatiran Ekonomi Tiongkok
Bursa saham Hong Kong dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi, dengan indeks Hang Seng turun 94 poin atau 0,4% ke level 23.431. Penurunan ini membalikkan kenaikan yang tercatat pada sesi sebelumnya, dipicu oleh memburuknya sentimen global setelah bursa berjangka AS anjlok menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ketidakpastian meningkat drastis setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan terhadap situs nuklir Iran, memicu kekhawatiran pasar akan potensi konflik berskala lebih luas di kawasan tersebut.
Departemen Luar Negeri AS turut memperkeruh suasana dengan mengeluarkan peringatan perjalanan global, menyarankan warga AS agar berhati-hati di seluruh dunia. Hal ini menyusul pernyataan keras dari Teheran yang bersumpah akan membalas serangan terhadap fasilitas nuklir mereka. Ketegangan geopolitik ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dan memilih untuk menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum mengambil posisi. Bursa Asia lainnya pun turut mengalami tekanan, menandakan dampak luas dari ketegangan ini terhadap pasar global.
Dari sisi ekonomi regional, investor juga mencerna data Penanaman Modal Asing (FDI) terbaru dari Tiongkok yang menunjukkan penurunan sebesar 13,2% secara tahunan (yoy) dalam lima bulan pertama tahun 2025. Penurunan ini terjadi meskipun ada pertumbuhan signifikan di sektor teknologi tinggi, yang selama ini menjadi motor utama pemulihan ekonomi Tiongkok. Kekhawatiran pasar meningkat bahwa tren penurunan investasi asing mencerminkan menurunnya kepercayaan investor global terhadap prospek jangka panjang ekonomi Negeri Tirai Bambu.
Namun, tekanan jual di bursa Hong Kong sedikit tertahan oleh kabar positif dari data ekonomi lokal. Surplus transaksi berjalan Hong Kong melonjak menjadi HKD 125,2 miliar pada kuartal pertama 2025, naik tajam dari HKD 95,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, tingkat inflasi tahunan kota ini turun menjadi 1,9% di bulan Mei, meredakan kekhawatiran atas tekanan harga konsumen setelah mencatat puncaknya pada bulan April sebesar 2%.
Saham-saham konsumen dan teknologi menjadi penekan utama indeks, dengan penurunan signifikan pada beberapa emiten besar. China Longyuan Power merosot 3,5%, Techtronic Industries turun 2,5%, dan raksasa teknologi Tencent Holdings kehilangan 1,6% di awal perdagangan. Sementara itu, saham sektor keuangan masih bergerak lesu, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah suku bunga dan stabilitas ekonomi ke depan. Dengan ketegangan geopolitik yang belum mereda dan ketidakpastian ekonomi regional, bursa Hong Kong diperkirakan akan tetap fluktuatif dalam waktu dekat.(ayu)
Sumber: Newsmaker