Dolar dan Minyak Naik Bersama, Pasar Waspada Eskalasi Iran
Dolar AS membalik pelemahan awal dan bertahan kuat menjelang akhir pekan, sementara minyak kembali menanjak ke puncak siklus baru seiring perang Iran memasuki fase eskalasi dan pasar menambah lindung nilai. Indeks dolar (DXY) berada di 99,14, dengan kenaikan mingguan sekitar 1,5%—terbesar sejak November 2024.
Dari sisi energi, Brent naik ke sekitar US$87,66/barel setelah pernyataan dari pejabat energi Qatar yang menambah kekhawatiran pasokan tidak segera pulih tanpa penghentian permusuhan. Di pasar obligasi, yield Treasury 10Y berada di sekitar 4,17%, menjaga tekanan pada aset berisiko dan memperkuat daya tarik dolar.
EUR/USD berbalik melemah ke 1,1572 (sekitar -0,3%) setelah sempat menguat tipis, seiring pasar menilai lonjakan energi meningkatkan risiko inflasi Eropa dan memperkeras repricing jalur suku bunga kawasan.
GBP/USD berada di sekitar 1,3347, dengan sterling tetap tertekan secara mingguan ketika pasar memasukkan risiko inflasi energi ke outlook suku bunga, di saat dolar menyerap permintaan safe-haven global.
AUD/USD bergerak di sekitar 0,7008, turun -0,56% pada hari ini, menegaskan tekanan pada mata uang berisiko di tengah penguatan dolar dan ketidakpastian geopolitik.
USD/JPY menguat ke area 157,90 (sekitar +0,2%) dan mencatat kenaikan mingguan sekitar +1,2%, seiring yen tertahan oleh kombinasi risk-off global dan sensitivitas Jepang terhadap lonjakan energi.
USD/CHF berada di sekitar 0,7816 (sekitar +0,09%), menunjukkan franc tidak selalu mengungguli dolar saat risk-off karena dolar tetap menjadi tujuan utama likuiditas global. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id