Pajak China Hantam AIA, Hang Seng Anjlok
Indeks Hang Seng jatuh hampir 2% ke sekitar 25.411 pada perdagangan Kamis pagi (6/8), membalikkan kenaikan sesi sebelumnya. Tekanan jual meluas dengan hanya 11 saham indeks yang menguat, sementara 81 saham melemah. Sektor keuangan dan properti menjadi pemberat terbesar di tengah aksi ambil untung pada saham teknologi.
Sentimen utama datang dari laporan bahwa otoritas pajak di Beijing dan Hangzhou mulai menerapkan pajak penghasilan sebesar 20% atas keuntungan dari polis asuransi luar negeri, termasuk dividen dan bunga premi yang dibayarkan di muka. Kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa produk asuransi Hong Kong akan kehilangan daya tarik bagi nasabah dari Tiongkok daratan.
Saham AIA menjadi pemberat utama setelah anjlok sekitar 8,5%–8,8%. Prudential dan FWD Group juga melemah tajam, sedangkan HSBC dan Standard Chartered ikut tertekan karena memiliki bisnis asuransi yang besar di kawasan tersebut. Sektor keuangan Hang Seng turun sekitar 2,8%.
Tekanan juga menyebar ke sektor teknologi setelah reli saham AI mulai kehilangan momentum. Pop Mart turun sekitar 4,1%, SMIC melemah 2,9%, Alibaba jatuh 2,4%, sementara Tencent ikut bergerak di zona merah. Indeks Hang Seng Tech merosot sekitar 1,7%, memperlihatkan investor mulai mengurangi eksposur terhadap saham berisiko tinggi.
Ketidakpastian mengenai implementasi kesepakatan pembukaan Selat Hormuz turut menahan selera risiko. Walaupun Iran dan Oman telah mencapai kesepahaman mengenai jalur pelayaran, pasar masih menunggu kepastian keamanan dan pemulihan penuh arus perdagangan energi.
Analisis Newsmaker: Sentimen Hang Seng masih bearish selama indeks tertahan di bawah 25.600–25.700. Penurunan di bawah 25.400 dapat membuka tekanan menuju 25.200–25.000. Sebaliknya, pemulihan di atas 25.700 berpotensi membawa indeks kembali menguji 25.900–26.000. Dalam jangka pendek, saham asuransi berisiko tetap menjadi pemberat sampai terdapat kejelasan mengenai cakupan dan pelaksanaan pajak baru tersebut.(gn)
Sumber: Newsmaker.id