Bursa Hong Kong Turun, Investor Cermati Risiko Inflasi AS
Bursa saham Hong Kong melemah pada perdagangan Kamis (30/7), mengikuti tekanan yang terjadi di Wall Street. Indeks Hang Seng turun 0,2% atau sekitar 59 poin ke level 24.893, setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetapi tetap menyoroti risiko inflasi yang masih tinggi.
Sejalan dengan keputusan The Fed, Hong Kong Monetary Authority atau HKMA juga mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,0%. Keputusan ini dilakukan sesuai sistem nilai tukar tertaut Hong Kong terhadap dolar AS, yang membuat kebijakan moneter Hong Kong bergerak mengikuti arah suku bunga Amerika Serikat.
Sentimen investor turut tertekan oleh kenaikan tajam imbal hasil Treasury AS tenor panjang. Selain itu, kekhawatiran terhadap besarnya belanja kecerdasan buatan atau AI kembali muncul setelah laporan keuangan perusahaan teknologi AS memberi sinyal yang beragam.
Tekanan juga datang dari ketegangan Timur Tengah yang kembali meningkat dan mendorong harga minyak Brent melonjak hampir 8%. Meski begitu, pelemahan Hang Seng sedikit tertahan oleh debut kuat Zhongji Innolight, pembuat modul optik AI, yang berhasil menghimpun HK$53,4 miliar dalam IPO terbesar Hong Kong selama tujuh tahun terakhir.
Dari sisi dampak market, Hang Seng berpotensi tetap bergerak volatil karena investor masih menunggu data PMI China pada Jumat. Jika data ekonomi China melemah, tekanan pada saham Hong Kong bisa berlanjut. Beberapa saham yang menjadi pemberat indeks antara lain Tencent turun 0,7%, Xiaomi melemah 3,0%, Z.AI Co. terkoreksi 5,2%, SMIC turun 2,8%, dan Meituan Class melemah 1,3%. (asd)
Sumber: Newsmaker.id