DXY Melemah, Keputusan The Fed Jadi Sorotan Market
Indeks dolar AS bertahan di bawah level 101 pada perdagangan Kamis (30/7), setelah mencatat penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, meskipun risiko inflasi meningkat kembali akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.
Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga tidak sepenuhnya disetujui oleh seluruh anggota FOMC. Tiga anggota memilih berbeda dan mendukung kenaikan suku bunga, menunjukkan bahwa sebagian pembuat kebijakan masih khawatir terhadap tekanan inflasi yang berpotensi kembali menguat.
Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan menahan suku bunga tidak boleh dianggap sebagai tanda sentral bank yang menyatakan kepentingannya secara pasif. Ia menambahkan bahwa pasar dan kebijakan moneter akan tetap sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk ke masa depan.
Di Timur Tengah, Amerika Serikat melaporkan kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran setelah adanya serangan terhadap pasukan Amerika di kawasan tersebut. Ketegangan ini membuat pelaku pasar kembali mencermati risiko inflasi dari harga energi, terutama karena Iran tetap ingin mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.
Dari sisi dampak pasar, dolar AS berpotensi bergerak volatil karena pasar menimbang keputusan The Fed, risiko inflasi, dan konflik perkembangan Timur Tengah. Jika data perekonomian AS ke depan tetap kuat atau harga minyak kembali melonjak, ekspektasi kenaikan suku bunga bisa meningkat dan menopang dolar. Namun, jika The Fed tetap menahan suku bunga dengan nada hati-hati, tekanan pada DXY dapat berlanjut. (asd)
Sumber: Newsmaker.id