Hang Seng Melejit, Tapi Ada “Awan Gelap” dari AS
Indeks Hang Seng melonjak 377 poin (+1,4%) dan ditutup di 26.608 pada Senin (12/1), memperpanjang penguatan dari sesi sebelumnya. Kenaikan terjadi secara luas, menandakan risk appetite di pasar Hong Kong masih kuat di awal pekan.
Pendorong utama reli datang dari saham teknologi, dengan indeks sektornya melesat 3,1%. Setelah itu, giliran saham konsumen dan properti ikut mengangkat indeks, menunjukkan rotasi beli yang cukup merata.
Sentimen positif ikut didukung oleh Shanghai Composite yang menyentuh level tertinggi dalam satu dekade. Performa kuat pasar daratan Tiongkok memberi dorongan psikologis bahwa awal tahun di China masih solid dan belum kehilangan momentum.
Dari sisi makro, kekhawatiran soal deflasi di Tiongkok disebut mereda pada Desember. Ini memperkuat harapan bahwa kondisi harga dan permintaan mulai stabil, sekaligus membuka ruang bagi kebijakan yang lebih agresif untuk menjaga pemulihan tetap berjalan.
Ekspektasi pasar juga meningkat bahwa Beijing akan menambah langkah dukungan untuk mendorong permintaan dan sisi penawaran. Harapan stimulus lanjutan ini bikin prospek pendapatan perusahaan terlihat lebih cerah—dan itu jadi bahan bakar tambahan untuk rally.
Namun, laju penguatan tidak sepenuhnya lepas hambatan. Pasar menahan diri setelah futures AS turun tajam, dipicu isu terkait Fed dan Powell yang membuat sentimen global lebih sensitif, terutama di sektor risiko.
Investor juga mulai pasang mode hati-hati menjelang rilis data penting China minggu ini, termasuk data perdagangan Desember dan PDB kuartal IV, yang bisa menentukan apakah tren kuat ini bisa lanjut atau justru “dikoreksi” oleh angka ekonomi.
Saham yang menonjol: Meituan (+6,3%), JD Health (+4,8%), Xiaomi (+2,2%), Tencent (+1,9%), dan Zijin Gold Intl (+1,5%). (Arl)
Sumber : Newsmaker.id