Hang Seng Rebound, China Bikin Sinyal Positif
Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup menguat 82 poin (0,3%) ke level 26.232 pada Jumat (9/1), menghentikan tren penurunan dua hari beruntun. Kenaikan terjadi merata di berbagai sektor, dengan saham konsumen dan properti menjadi pendorong utama yang mengangkat sentimen pasar.
Dari Tiongkok daratan, indeks acuan Shanghai bertahan di area tertinggi dalam satu dekade setelah data terbaru menunjukkan inflasi konsumen menguat. Harga konsumen Desember tercatat naik dengan laju tahunan tercepat dalam hampir tiga tahun, didorong lonjakan harga pangan yang disebut sebagai yang terkuat dalam 14 bulan.
Tekanan deflasi di sektor industri juga menunjukkan tanda mereda. Harga produsen masih turun, tetapi laju penurunannya melambat ke level terendah dalam 16 bulan, mengindikasikan upaya Beijing untuk menahan perang harga dan menstabilkan margin perusahaan mulai terlihat dampaknya.
Sejumlah saham mencatat kenaikan mencolok dan turut mengangkat indeks, di antaranya Laopu Gold (+5,4%), Kuaishou Tech (+3,7%), Zhaojin Mining (+3,6%), CK Hutchison (+3,6%), dan Zijin Gold Intl (+2,6%).
Meski menguat hari ini, pasar saham Hong Kong masih mencatat penurunan sekitar 0,4% secara mingguan. Sentimen tertahan oleh ketegangan geopolitik serta sikap hati-hati investor menjelang rilis data perdagangan dan kredit Tiongkok.
Selain itu, perhatian global juga mengarah ke Amerika Serikat menjelang rilis data penting pasar tenaga kerja dan potensi putusan Mahkamah Agung terkait kebijakan tarif, yang bisa memicu volatilitas di pasar keuangan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id