Hang Seng Drop, Deflasi China Jadi Hantu
Bursa Hong Kong kembali melemah pada Kamis (8/1), dengan indeks Hang Seng melanjutkan tekanan jual karena sebagian besar sektor bergerak turun. Sentimen pasar terpukul setelah pelemahan tajam kontrak berjangka AS dan aksi jual besar pada produk investasi yang berfokus ke China, membuat investor cenderung defensif jelang rilis data penting.
Indeks Hang Seng berada di sekitar 26.095 (turun sekitar 1% lebih), mencerminkan tekanan yang masih bertahan di sesi berjalan.
Kehati-hatian juga meningkat menjelang rilis CPI dan PPI China untuk bulan Desember pada Jumat, di mana risiko deflasi masih jadi bayang-bayang utama. Kondisi ini membuat pelaku pasar menahan posisi agresif, terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap arah pemulihan ekonomi China.
Dari sisi sektor, keuangan menjadi salah satu pemberat utama setelah investor melakukan ambil untung pasca pemulihan terakhir, sejalan dengan melemahnya saham-saham sejenis di daratan China. Sementara indeks teknologi Hang Seng Tech juga ikut turun; terakhir berada di sekitar 5.678.
Di tengah pelemahan luas, sektor properti justru menguat setelah bank sentral China memberi sinyal kesiapan untuk menurunkan biaya pinjaman tahun ini dan menyiapkan langkah kontra-siklik untuk menopang ekonomi. Pada level saham, tekanan besar terlihat pada Sands China, China Reinsurance, Meituan, Kuaishou Tech, dan Techtronic Industries yang menjadi deretan pemberat indeks. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id