Saham AS Flat, Minyak Turun Redakan Tekanan Pasar
Wall Street bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (24/7) setelah harga minyak turun dari lonjakan sebelumnya. S&P 500 nyaris tidak berubah, Nasdaq 100 melemah 0,4%, sedangkan Dow Jones naik tipis 0,1%.
Pasar mulai mendapat sedikit kelegaan setelah minyak Brent turun kembali ke bawah US$100 per barel. Penurunan tersebut membantu meredakan tekanan pada saham dan menghentikan aksi jual di pasar obligasi AS.
Meski demikian, S&P 500 masih berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut. Kekhawatiran terhadap konflik Amerika Serikat dan Iran serta besarnya investasi di sektor kecerdasan buatan masih membebani sentimen investor.
Risiko pasokan energi tetap tinggi setelah serangan Houthi terhadap kapal di Laut Merah. Namun, jutaan barel minyak Saudi masih dapat dikirim melalui pesisir Laut Merah sebagai jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz.
Konflik yang semakin luas memicu kekhawatiran bahwa harga energi dapat menjaga inflasi tetap tinggi. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Selama harga minyak bertahan di bawah US$100, tekanan terhadap Wall Street berpotensi mereda. Namun, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran inflasi masih dapat membatasi kenaikan indeks saham dalam waktu dekat.(arl)
Sumber : Newsmaker.id