Saham Hong Kong Turun Seiring Meningkatnya Konflik AS-Iran
Pasar saham Hong Kong tertekan pada perdagangan Rabu (10/6/2026), seiring eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Indeks Hang Seng melemah 0,6% atau 157,94 poin ke level 24.407,96, sementara indeks Hang Seng China Enterprises sedikit turun 5,86 poin menjadi 8.318,73.
Ketegangan muncul setelah Korps Garda Revolusi Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke fasilitas militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas serangan Washington terhadap target Iran dekat Selat Hormuz, setelah helikopter Apache AS ditembak jatuh. Investor khawatir konflik ini bisa mengganggu stabilitas regional dan pasokan energi global.
Dari sisi makroekonomi, data Tiongkok menunjukkan tren inflasi yang beragam. Inflasi produsen (PPI) naik menjadi 3,9% pada Mei 2026 dari 2,8% di bulan sebelumnya, sesuai ekspektasi pasar. Namun inflasi konsumen tahunan tetap di 1,2%, lebih rendah dari perkiraan 1,3%, sementara inflasi inti (core CPI) turun tipis menjadi 1,1%.
Di sisi korporasi, saham WuXi AppTec naik lebih dari 3% setelah dewan direksi menyetujui rencana buyback hingga 1 miliar yuan A-shares. Sementara saham Laekna melemah hampir 2% setelah memberikan hak eksklusif kepada Vasque Bio untuk mengembangkan dan memasarkan kandidat obat kanker LAE118 di luar Tiongkok.
Secara keseluruhan, investor Hong Kong masih berhati-hati mengingat kombinasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan data inflasi Tiongkok yang menandakan perbedaan tekanan biaya bagi produsen dan konsumen. Saham sektor farmasi dan teknologi menjadi sorotan utama karena berita corporate action, sementara pasar regional tetap rentan terhadap sentimen eksternal.(yds)
Sumber: Newsmaker.id