• Wed, Jun 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

10 June 2026 16:24  |

Emas Dekati Level Terendah Jelang CPI AS

Harga emas (XAU/USD) berada di bawah tekanan kuat pada perdagangan Rabu (10/6/2026), diperdagangkan di kisaran $4.180–$4.175 per ons, mendekati level terendah sejak 23 Maret. Investor menjual emas karena kekhawatiran terhadap inflasi akibat ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, sekaligus menambah tekanan bagi bank sentral untuk tetap hawkish.

Konflik baru antara kedua negara dimulai setelah AS melancarkan serangan balasan terhadap Iran menyusul jatuhnya helikopter Apache di Selat Hormuz. Balasan Iran, melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menargetkan pangkalan udara AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Iran memperingatkan bahwa serangan lanjutan dari AS akan dibalas lebih keras, sehingga sentimen risiko geopolitik tetap tinggi.

Kondisi ini turut memengaruhi harga minyak mentah, yang tetap berada di atas level terendah dua bulan sebelumnya. Lonjakan harga energi menambah tekanan inflasi global, yang pada gilirannya membuat emas sebagai aset non-yielding kurang diminati. Aliran modal pun cenderung bergerak ke aset yang memberikan imbal hasil.

Dari sisi kebijakan moneter, CME Group’s FedWatch Tool menunjukkan probabilitas hampir 75% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada akhir 2026. Kekhawatiran pasar atas inflasi yang tinggi akibat energi membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga tetap kuat. Namun, para pelaku pasar menunggu rilis data Consumer Price Index (CPI) AS sebagai acuan selanjutnya.

Ekspektasi CPI akan menjadi katalis penting bagi pergerakan dolar AS (USD) dan emas. Jika inflasi AS ternyata lebih tinggi dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga akan meningkat, menekan harga emas lebih lanjut. Sebaliknya, data inflasi lebih rendah bisa memberi ruang bagi rebound logam mulia.

Dengan latar belakang geopolitik yang tak menentu, harga emas diprediksi akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, dengan tekanan dari imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar. Brent juga kemungkinan akan tetap bergerak tipis naik-turun seiring ketegangan di Timur Tengah, sehingga pasar komoditas dan logam mulia tetap rentan terhadap sentimen eksternal.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai