Nvidia–Microsoft Angkat Bursa, Bull Market Disebut Masih Utuh
Pasar saham AS dinilai sempat bereaksi berlebihan terhadap konflik Iran, sehingga membuka peluang bagi investor untuk masuk saat indeks S&P 500 mendekati level terendahnya pada 2026. Jeff Kilburg, CEO KKM Financial, mengatakan pasar berjangka “overreacted” terhadap konflik dan menyebut kondisi tersebut justru menciptakan peluang beli. Ia bahkan menulis pada Minggu malam bahwa pasar akan berbalik hijau sebelum penutupan perdagangan Senin.
Menurut Kilburg, tren besar pasar masih berada dalam fase bullish meski ketegangan geopolitik meningkat. “Kami masih berada dalam bull market,” ujarnya, menekankan bahwa eskalasi konflik belum otomatis mengubah struktur tren utama pasar saham.
Di level saham, penguatan emiten teknologi membantu memangkas tekanan. Saham Nvidia naik hampir 3%, sementara Microsoft menguat lebih dari 1%. Namun penguatan ini tidak merata: hanya empat dari 11 sektor di S&P 500 yang berada di zona positif, yakni energi, industrial, teknologi, dan real estate.
Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi latar utama pergerakan pasar, menyusul serangan gabungan AS–Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa tersebut dipandang sebagai momen penting bagi Republik Islam Iran dan menjadi salah satu episode paling menentukan sejak 1979.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id