Bursa Eropa Melemah, Pasar Kaji Dampak Tarif Global AS
Saham Eropa bergerak melemah pada Selasa (24/2), ketika investor kembali menilai arah kebijakan perdagangan global setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan langkah tarif terbaru. Tak lama setelah pembukaan, indeks Stoxx 600 turun sekitar 0,3%, dengan seluruh bursa utama di kawasan bergerak di zona merah.
Tekanan pasar muncul menyusul reaksi global terhadap keputusan Trump yang memperkenalkan tarif global menyeluruh sebesar 15% untuk impor ke Amerika Serikat. Sentimen risiko melemah karena pelaku pasar menilai kebijakan ini berpotensi mengubah kalkulasi biaya perdagangan, margin perusahaan, dan prospek pertumbuhan—terutama bagi ekonomi yang bergantung pada ekspor.
Dari Eropa, respons pejabat kawasan menunjukkan kekhawatiran bahwa kebijakan tarif tersebut dapat mengancam stabilitas kesepakatan dagang dengan AS. Sebagai sinyal kehati-hatian, Parlemen Eropa pada Senin mengumumkan penghentian sementara proses kerja untuk meratifikasi kesepakatan dagang AS–Uni Eropa yang disepakati pada musim panas tahun lalu, menunggu kejelasan arah kebijakan Washington.
Dampak kebijakan tarif juga terasa di pasar AS. Wall Street melemah pada Senin, bukan hanya karena penyesuaian atas kebijakan perdagangan baru, tetapi juga karena kekhawatiran berkelanjutan terkait disrupsi AI yang dinilai dapat mengubah prospek sejumlah sektor dan memicu rotasi portofolio ke aset yang lebih defensif.
Trump kembali menegaskan bahwa ia memiliki ruang untuk menaikkan tarif lebih lanjut, termasuk peringatan tentang bea yang lebih tinggi bagi negara yang dianggap “bermain-main” dengan perjanjian yang sudah ada. Ia juga menyatakan akan ada tambahan tarif lain dalam beberapa bulan ke depan, sementara detail waktu penerapan tarif 15% masih dinilai belum sepenuhnya jelas bagi pasar—kondisi yang menjaga volatilitas tetap tinggi di aset berisiko.(yds)
Sumber: Newsmaker.id