Wall Street Bimbang di Awal Pekan, Tarif & Earnings Jadi Fokus
Indeks saham AS bergerak bervariasi pada Senin (23/2), cenderung menahan penguatan dari sesi sebelumnya setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif spesifik per negara yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump. S&P 500 dan Dow Jones berada tipis di atas level datar, sementara Nasdaq sedikit di bawahnya, mencerminkan pasar yang masih menimbang dampak kebijakan tarif terbaru.
Pasar sempat mendapat angin segar dari harapan arus perdagangan AS bisa membaik setelah putusan pengadilan. Namun, sentimen tetap hati-hati karena Trump merespons dengan menaikkan tarif untuk semua negara menjadi 15% melalui Section 122. Meski menjaga outlook perdagangan tetap “berjalan” di dekat level kesepakatan yang ada, pelaku pasar menilai tarif ini kemungkinan tidak bertahan hingga kuartal IV karena peluang persetujuan Kongres dinilai kecil.
Dari sisi saham, Eli Lilly melonjak sekitar 3% setelah obat penurun berat badan versi pil dari Novo Nordisk dilaporkan berkinerja di bawah produk pembanding milik Lilly. Gilead Sciences juga menguat tipis setelah menyepakati akuisisi Arcellx senilai US$7,8 miliar, menambah aktivitas korporasi yang menopang sentimen.
Di sektor teknologi, Nvidia naik sekitar 1,6% jelang rilis laporan keuangan pekan ini, meski beberapa raksasa teknologi lain melemah. Microsoft, AMD, dan Amazon turun lebih dari 1%, menjadi penahan Nasdaq dan membuat pergerakan indeks teknologi tampak lebih berat dibanding indeks berbasis luas.(yds)
Sumber: newsmaker.id