Harga Emas Bertahan, Dolar Melemah Tapi Tenaga Bullish Masih Terbatas
Harga emas bertahan di atas level US$4.750 per ons pada perdagangan Rabu, didukung oleh pelemahan dolar AS dan meredanya harga minyak setelah Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Reuters melaporkan spot gold naik 0,9% ke US$4.754,89 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS menguat 1,1% ke US$4.772,60.
Kenaikan ini datang setelah tekanan tajam pada sesi sebelumnya, ketika emas sempat jatuh lebih dari 2% akibat penguatan dolar dan naiknya imbal hasil obligasi AS. Pelemahan dolar pada sesi terbaru memberi ruang bagi emas untuk pulih, karena logam mulia menjadi lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain. Meski begitu, dukungan tersebut belum cukup untuk memunculkan keyakinan bullish yang benar-benar kuat.
Pasar masih menilai situasi geopolitik Timur Tengah dengan sangat hati-hati. Reuters mencatat bahwa perpanjangan gencatan senjata diumumkan secara sepihak oleh Trump dan belum jelas apakah Iran maupun Israel akan sepenuhnya mendukung langkah tersebut. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar belum berani mendorong emas lebih agresif, karena setiap perubahan arah konflik masih bisa cepat mengubah dolar, minyak, dan ekspektasi suku bunga.
Di sisi lain, komentar Kevin Warsh yang menegaskan independensi The Fed dan tidak memberi komitmen soal pemangkasan suku bunga juga ikut membatasi ruang kenaikan emas. Selama pasar masih melihat kemungkinan suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama, maka reli emas cenderung tertahan meski dolar sempat melemah. Artinya, emas masih punya pijakan, tetapi belum mendapatkan katalis yang cukup kuat untuk membangun tren naik yang solid.
Penyebab :
Dolar AS melemah sehingga memberi dukungan bagi harga emas.
Harga minyak turun setelah perpanjangan gencatan senjata AS-Iran diumumkan, membantu meredakan sebagian tekanan inflasi.
Emas rebound setelah sebelumnya terkoreksi tajam lebih dari 2% pada sesi sebelumnya.
Pasar masih ragu apakah gencatan senjata benar-benar akan bertahan, sehingga minat safe haven tetap ada tetapi belum cukup kuat untuk mendorong reli besar.
Ekspektasi suku bunga AS yang tetap tinggi membatasi ruang kenaikan emas.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id