• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 February 2026 04:07  |

S&P 500 Naik, Pasar Nilai Putusan Tarif Tak Ubah Arah Ekonomi

Saham-saham AS menguat pada Jumat (20/2), sementara obligasi pemerintah dan dolar AS melemah, setelah pelaku pasar menilai penolakan Mahkamah Agung terhadap skema tarif Donald Trump lebih berpotensi menekan keuangan pemerintah ketimbang mengubah arah ekonomi secara signifikan. Di Wall Street, lebih dari 330 saham di S&P 500 ditutup menguat, menandakan sentimen risk-on tetap bertahan.

Trump—yang baru saja mendapat teguran dari Mahkamah Agung terkait penggunaan kewenangan darurat untuk memberlakukan tarif luas—mengatakan ia akan menerapkan tarif global 10% kepada mitra dagang, sekaligus menegaskan sejumlah program tarif yang sudah ada tetap berlaku. Namun, ketidakpastian tentang dampak penerimaan negara serta potensi “bolong” anggaran membuat pasar tetap menekan dolar dan surat utang pemerintah.

“Mahkamah Agung tidak membatalkan tarif, mereka hanya membatalkan penggunaan khusus IEEPA,” kata Trump di Gedung Putih, merujuk pada dasar kewenangan darurat yang dinilai ilegal. Ia menegaskan akan mengambil jalur berbeda dan menyebut tidak perlu meminta persetujuan Kongres karena kewenangan yang dibutuhkan, menurutnya, sudah tersedia melalui instrumen lain.

Menjelang putusan, Trump sempat memperingatkan bahwa pembatasan kekuasaan tarifnya dapat memicu krisis ekonomi seperti 1929 dan menghilangkan “triliunan dolar” yang ia klaim bisa membantu melunasi utang publik AS. Di saat yang sama, ribuan perusahaan dan importir diperkirakan menyiapkan pertempuran hukum panjang untuk menuntut pengembalian hingga $170 miliar tarif yang sudah dibayarkan—sementara Mahkamah Agung tidak merinci mekanisme pengembalian dana dalam putusannya.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pendapatan tarif diperkirakan “hampir tidak berubah” pada 2026 terlepas dari putusan Mahkamah Agung, karena pemerintahan akan memakai jalur lain untuk mempertahankan tarif—termasuk kewenangan yang dikenal sebagai Section 122, 232, dan 301. TD Securities juga menilai prospek ekonomi AS tidak perlu direvisi karena tarif kemungkinan tetap bertahan melalui rute kebijakan yang berbeda.

Di pasar, S&P 500 naik 0,7%, Nasdaq 100 naik 0,9%, dan Dow Jones naik 0,5% pada penutupan sesi New York. Penguatan ini menunjukkan investor masih fokus pada prospek pertumbuhan korporasi, meski ketidakpastian kebijakan tarif berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi dalam beberapa pekan ke depan. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Pasar Saham Asia Terus Menguat, S&P 500 Juga Tembus Rekor

Saham-saham Asia melanjutkan kenaikan dua hari berturut-turut, mengikuti momentum positif dari Wall Street yang mendorong ral...

23 December 2025 07:21
BIAS23.com NM23 Ai