S&P 500 Naik, Pasar Nilai Putusan Tarif Tak Ubah Arah Ekonomi
Saham-saham AS menguat pada Jumat (20/2), sementara obligasi pemerintah dan dolar AS melemah, setelah pelaku pasar menilai penolakan Mahkamah Agung terhadap skema tarif Donald Trump lebih berpotensi menekan keuangan pemerintah ketimbang mengubah arah ekonomi secara signifikan. Di Wall Street, lebih dari 330 saham di S&P 500 ditutup menguat, menandakan sentimen risk-on tetap bertahan.
Trump—yang baru saja mendapat teguran dari Mahkamah Agung terkait penggunaan kewenangan darurat untuk memberlakukan tarif luas—mengatakan ia akan menerapkan tarif global 10% kepada mitra dagang, sekaligus menegaskan sejumlah program tarif yang sudah ada tetap berlaku. Namun, ketidakpastian tentang dampak penerimaan negara serta potensi “bolong” anggaran membuat pasar tetap menekan dolar dan surat utang pemerintah.
“Mahkamah Agung tidak membatalkan tarif, mereka hanya membatalkan penggunaan khusus IEEPA,” kata Trump di Gedung Putih, merujuk pada dasar kewenangan darurat yang dinilai ilegal. Ia menegaskan akan mengambil jalur berbeda dan menyebut tidak perlu meminta persetujuan Kongres karena kewenangan yang dibutuhkan, menurutnya, sudah tersedia melalui instrumen lain.
Menjelang putusan, Trump sempat memperingatkan bahwa pembatasan kekuasaan tarifnya dapat memicu krisis ekonomi seperti 1929 dan menghilangkan “triliunan dolar” yang ia klaim bisa membantu melunasi utang publik AS. Di saat yang sama, ribuan perusahaan dan importir diperkirakan menyiapkan pertempuran hukum panjang untuk menuntut pengembalian hingga $170 miliar tarif yang sudah dibayarkan—sementara Mahkamah Agung tidak merinci mekanisme pengembalian dana dalam putusannya.
Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pendapatan tarif diperkirakan “hampir tidak berubah” pada 2026 terlepas dari putusan Mahkamah Agung, karena pemerintahan akan memakai jalur lain untuk mempertahankan tarif—termasuk kewenangan yang dikenal sebagai Section 122, 232, dan 301. TD Securities juga menilai prospek ekonomi AS tidak perlu direvisi karena tarif kemungkinan tetap bertahan melalui rute kebijakan yang berbeda.
Di pasar, S&P 500 naik 0,7%, Nasdaq 100 naik 0,9%, dan Dow Jones naik 0,5% pada penutupan sesi New York. Penguatan ini menunjukkan investor masih fokus pada prospek pertumbuhan korporasi, meski ketidakpastian kebijakan tarif berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi dalam beberapa pekan ke depan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id