Dolar Menguat Tipis
Dolar naik tipis ke 107,1 pada hari Selasa (26/11) karena para pelaku pasar mengkaji risalah FOMC terbaru dan ancaman tarif Donald Trump. Risalah dari pertemuan Fed pada 6-7 November mengungkapkan para pejabat mengadopsi pendekatan hati-hati terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut, yang menandakan preferensi untuk penyesuaian bertahap.
Seperti yang diantisipasi, risalah tersebut tidak menyebutkan pemilihan umum baru-baru ini. Peluang untuk pemangkasan suku bunga dana federal sebesar 25bps bulan depan saat ini berada di sekitar 60%.
Sementara itu, dalam sebuah postingan di platform Truth Social miliknya, Donald Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 10% pada semua impor Tiongkok dan tarif sebesar 25% pada barang-barang dari Meksiko dan Kanada. Pengumuman tersebut awalnya memicu respons pasar yang tidak stabil dan memperkuat dolar, karena kekhawatiran atas perdagangan global meningkat.
Namun, para pelaku pasar kemudian tampak mengecilkan sebagian dari kekhawatiran ini, sambil menunggu rincian lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang diusulkan. Perhatian sekarang beralih ke data ekonomi yang akan dirilis besok, termasuk laporan PCE dan estimasi kedua pertumbuhan PDB.(yds)
Sumber: Trading Economics