USD/JPY Dekati 164, Ancaman Intervensi Jepang Batasi Kenaikan
USD/JPY turun tipis pada perdagangan Jumat (24/7) setelah pelaku pasar mulai berhati-hati terhadap kemungkinan intervensi pemerintah Jepang. Meski melemah, pasangan mata uang tersebut masih berada dekat level tertinggi dalam empat dekade dan level 164,00.
Yen tetap tertekan akibat perbedaan kebijakan suku bunga antara Jepang dan negara maju lainnya. Walaupun Bank of Japan telah menaikkan suku bunga menjadi 1%, biaya pinjaman di Jepang masih jauh lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat.
Tekanan terhadap yen juga meningkat akibat konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi. Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap Iran untuk malam ke-13, sementara Iran dan sekutunya membalas dengan menyerang aset militer terkait AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Risiko pasokan semakin besar setelah kelompok Houthi menyerang dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah. Gangguan tersebut terjadi di tengah penutupan Selat Hormuz dan mendorong harga minyak ke level tertinggi sejak 11 Juni.
Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan ketat Federal Reserve. Data klaim pengangguran AS yang turun ke level terendah sejak September 1969 juga menunjukkan pasar tenaga kerja masih kuat.
Kekuatan dolar dan perbedaan suku bunga membuat USD/JPY masih berpeluang melanjutkan kenaikan. Namun, potensi intervensi Jepang dan sikap hati-hati menjelang pertemuan FOMC pekan depan dapat membatasi pergerakan pasangan tersebut.(arl)
Sumber: Newsmaker.id