Bitcoin Goyah, Investor Hindari Risiko
Bitcoin melemah ke sekitar US$64.940 pada perdagangan Jumat (24/7). Aset kripto terbesar dunia tersebut sempat menyentuh level tertinggi harian US$65.750 sebelum turun hingga sekitar US$64.636.
Pelemahan Bitcoin terjadi ketika investor mengurangi minat terhadap aset berisiko akibat meningkatnya konflik Amerika Serikat dan Iran. Serangan Houthi terhadap kapal tanker Saudi di Laut Merah turut memperbesar kekhawatiran terhadap keamanan jalur pengiriman energi.
Harga minyak Brent sempat menembus US$100 per barel setelah melonjak 7% pada sesi sebelumnya. Meski kemudian terkoreksi ke bawah US$100, Brent masih menuju kenaikan mingguan sekitar 12% akibat risiko gangguan pasokan di Laut Merah dan Selat Hormuz.
Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi global dapat kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga membatasi minat investor terhadap aset spekulatif seperti Bitcoin.
Sentimen pasar juga tertekan setelah Amerika Serikat memberlakukan tarif baru sebesar 10% hingga 12,5% terhadap impor dari 60 mitra dagang. Kebijakan tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap perang dagang dan perlambatan ekonomi global.
Ethereum turut bergerak lebih rendah dan diperdagangkan di sekitar US$1.624,95. Selama ketegangan geopolitik, harga minyak, dan kekhawatiran inflasi masih tinggi, Bitcoin berpotensi tetap berfluktuasi dan menghadapi tekanan di sekitar area US$65.000.(arl)
Sumber: Newsmaker.id