Pound Tertekan, Data Ekonomi Inggris Gagal Redam Dolar
Pound Inggris tetap tertekan di dekat level terendah tiga pekan terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (24/7). GBP/USD tertahan di bawah level 1,3340 dan berada di jalur penurunan mingguan sekitar 1%.
Pelemahan pound terjadi karena penguatan dolar dan meningkatnya sikap hati-hati investor. Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Inggris juga membatasi upaya pemulihan mata uang tersebut.
Padahal, aktivitas bisnis Inggris mencatat hasil lebih baik dari perkiraan. PMI manufaktur naik menjadi 52,8 dari 52,5, sedangkan PMI jasa kembali ke zona ekspansi pada level 51,8 dari sebelumnya 48,8.
Penjualan ritel Inggris juga meningkat 1% pada Juni, berlawanan dengan perkiraan penurunan 0,3%. Secara tahunan, penjualan ritel tumbuh 4,2%, jauh di atas proyeksi pasar sebesar 2,3%.
Namun, data positif tersebut belum mampu mengimbangi kekuatan dolar. Serangan terhadap kapal Saudi di Laut Merah mendorong minyak Brent mendekati US$100 per barel, memicu kekhawatiran inflasi dan mengangkat imbal hasil obligasi AS ke level tertinggi dalam beberapa bulan.
Sentimen pasar semakin tertekan setelah Amerika Serikat mengumumkan tarif baru sebesar 10% hingga 12% terhadap 60 mitra dagang, termasuk Inggris. Selama permintaan terhadap dolar dan kekhawatiran inflasi tetap tinggi, pound berpotensi melanjutkan pelemahannya.(arl)
Sumber: Newsmaker.id