USD/JPY Menguat Saat Ketidakpastian Pemilu Menguat
USD/JPY terlihat semakin sulit dibendung. Pasar kembali ramai membahas kemungkinan pemilu mendadak di Jepang, dan premi risiko politik ikut muncul lagi. Ditambah ketegangan diplomatik Jepang–Tiongkok yang belum reda, tekanan pada yen semakin besar dan membuat USD/JPY terus naik mendekati area psikologis penting.
Kekhawatiran intervensi memang bisa bikin laju melambat, tapi level 160 tetap dianggap sangat mungkin diuji. Mengingat pasar pada Juli 2024, Jepang sempat membiarkan USD/JPY menembus 160 dan baru melakukan intervensi ketika mendekati 162. Artinya, ambang “toleransi” otoritas Jepang bisa jadi masih cukup longgar, apalagi jika Bank of Japan belum memberikan sinyal tegas.
Namun, intervensi saja dinilai belum cukup untuk membalik tren secara permanen. Pengalaman sebelumnya menunjukkan penurunan USD/JPY yang benar-benar berkelanjutan terjadi ketika imbal hasil AS ikut turun signifikan, bukan semata karena intervensi. Sementara saat ini, risiko politik dalam negeri Jepang justru membuat pasar ragu mem-price kenaikan suku bunga BoJ dalam waktu dekat—sehingga yen masih rentan terhadap tekanan yang lebih jauh.(alg)
Sumber: Newsmaker.id