Ada Apa di Balik Gerakan Tajam Pasar Ini?
Yen Jepang (JPY) terus menguat sepanjang sesi Asia pada Senin(1/12) setelah Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, kembali memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga bisa terjadi dalam waktu dekat. Komentar bernada hawkish ini membuat imbal hasil obligasi pemerintah Jepang naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun, sehingga selisih suku bunga antara Jepang dan negara besar lainnya semakin menyempit. Ditambah dengan sentimen pasar yang cenderung berhati-hati, yen makin dilirik sebagai mata uang safe haven, membuat posisinya semakin kuat.
Di saat bersamaan, Dolar AS (USD) justru melemah hingga menyentuh titik terendah dalam hampir dua minggu. Penyebabnya adalah meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga bulan ini. Kombinasi faktor ini menekan pasangan USD/JPY hingga ke kisaran 155,50-155,45 dan membuka peluang penurunan lebih lanjut. Para pelaku pasar sekarang menunggu rilis data penting dari AS, dimulai dengan PMI Manufaktur ISM hari ini, yang bisa menjadi petunjuk arah pergerakan dolar selanjutnya. (az)
Sumber: Newsmaker.id